Minggu, 23 Agustus 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Lapak Mewarnai di Alun-Alun Trunojoyo Sampang Jadi Ruang Kreativitas Anak

Ach. Mukrim - Sunday, 23 August 2026 | 07:01 AM

Background
Lapak Mewarnai di Alun-Alun Trunojoyo Sampang Jadi Ruang Kreativitas Anak
Anak-anak melukis di alun-alun Trunojoyo Sampang. (Mukrim/Salsa/)

salsabilafm.com - Suasana berbeda terlihat di kawasan Alun-Alun Trunojoyo Sampang. Setiap sore hingga malam, ruang publik tersebut tak hanya dipenuhi warga yang bersantai, tetapi juga anak-anak yang asyik menyalurkan kreativitasnya dengan mewarnai.


Di salah satu sudut alun-alun, lapak mewarnai menjadi salah satu pilihan hiburan edukatif bagi anak-anak. Beragam gambar dan media mewarnai disediakan untuk memberikan ruang kepada anak-anak dalam mengeksplorasi imajinasi mereka.


Salah satu pelaku usaha yang konsisten menyediakan lapak mewarnai di kawasan tersebut adalah Mahbubah, warga Desa Kemuning, Sampang. Selama kurang lebih empat tahun, dia menjalankan usaha tersebut sekaligus menemani anak-anak mengembangkan kreativitasnya.




"Lapak mewarnai saya buka mulai pukul 16.00 sampai 22.00 WIB. Saya menyediakan aneka media gambar yang menarik beserta warna catnya. Harganya Rp10.000 per lembar," katanya, Minggu (23/8/2026). 


Menurutnya, aktivitas mewarnai cukup diminati anak-anak. Setiap sore, sejumlah anak datang bersama orang tua untuk memilih gambar dan kemudian mewarnainya sesuai dengan kreativitas masing-masing.




"Anak-anak biasanya datang bersama orang tuanya. Mereka memilih gambar yang disukai, kemudian mewarnai dengan warna sesuai keinginan mereka. Ada yang masih didampingi orang tua, tetapi banyak juga yang sudah bisa berkreasi sendiri," ujarnya.


Bagi Mahbubah, usaha tersebut bukan sekadar mencari penghasilan. Dia merasa senang dapat menyediakan kegiatan yang bersifat positif bagi anak-anak yang berkunjung ke Alun-Alun Trunojoyo.


"Saya senang bisa menemani anak-anak bermain sambil belajar. Mereka bisa mengembangkan kreativitasnya dan tidak hanya bermain dengan HP. Selama anak-anak masih antusias, saya akan terus menjalankan usaha ini," tuturnya.




Dia menambahkan, keberadaan aktivitas tersebut juga menjadi bagian dari upaya menggerakkan ekonomi masyarakat. Dengan modal dan sarana yang relatif sederhana, dia mampu menciptakan usaha yang sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.


"Harapan saya lapak seperti ini bisa terus ada dan semakin ramai. Kalau ada dukungan dari masyarakat, tentunya anak-anak juga punya lebih banyak tempat untuk bermain dan mengembangkan bakatnya," imbuhnya.




Salah satu anak yang terlihat menikmati aktivitas tersebut adalah Kayla Ramadhani, siswi TK Al Muawanah. Dengan penuh konsentrasi, Kayla tampak menggoreskan warna demi warna pada gambar yang ada di hadapannya.


Kayla memilih berbagai warna cerah dan memadukannya sesuai dengan imajinasinya. Sesekali dia memperhatikan hasil pekerjaannya sebelum kembali memberikan warna pada bagian gambar yang belum selesai.


"Aku suka mewarnai karena bisa pilih warna sendiri. Aku paling suka warna yang cerah," katanya. 




Raisa, orang tua Kyaila yang mendampingi anaknya pun melihat kegiatan tersebut sebagai alternatif hiburan yang lebih edukatif. Anak-anak dapat menghabiskan waktu di luar rumah sambil melakukan aktivitas yang merangsang kreativitas.


"Menurut saya kegiatan seperti ini bagus untuk anak. Mereka bisa bermain, tetapi tetap ada unsur belajarnya. Anak juga lebih fokus ketika mewarnai dan tidak terus-menerus memegang gawai," ungkap Raisa. 




Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Sampang Marnilem mengatakan, keberadaan aktivitas kreatif di ruang publik dapat menjadi bagian dari pengembangan ekonomi kreatif sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk beraktivitas secara positif.


"Pemanfaatan ruang publik seperti Alun-Alun Trunojoyo perlu terus didorong agar tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan kreativitas dan potensi lokal," pungkasnya. (Mukrim)