Rabu, 19 Agustus 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

BGN Suspend 14 SPPG di Sampang, Distribusi MBG Dialihkan ke Dapur Terdekat

Ach. Mukrim - Wednesday, 19 August 2026 | 04:40 AM

Background
BGN Suspend 14 SPPG di Sampang, Distribusi MBG Dialihkan ke Dapur Terdekat
Dapur MBG. (Mukrim/Salsa/)

salsabilafm.com - Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menghentikan sementara operasional 14 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.


Sekretaris Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Sampang, Sudarmanta mengatakan, penghentian sementara atau suspensi tersebut dilakukan karena sejumlah persoalan, mulai dari ketidaksesuaian tata letak (layout) fasilitas, kelengkapan sarana, perpindahan lokasi SPPG, hingga perubahan manajemen.


Sudarmanta menegaskan, seluruh rekomendasi dan ketentuan dari BGN terkait suspensi tersebut harus segera ditindaklanjuti oleh masing-masing SPPG.




"Semua kewenangan BGN, segala rekomendasi atas suspensi mohon segera ditindaklanjuti," ujarnya, Rabu (19/8/2026).


Menurut Sudarmanto, suspensi dilakukan sebagai bagian dari upaya penertiban agar seluruh SPPG memenuhi standar pelayanan maupun infrastruktur yang telah ditetapkan.




Namun, meski demikian, Sudarmanta memastikan distribusi makanan bergizi gratis kepada para siswa tetap berjalan. Pemerintah daerah telah menyiapkan langkah mitigasi dengan mengalihkan cakupan layanan ke SPPG terdekat yang masih aktif.


"Pemerintah daerah telah menyiapkan strategi mitigasi dengan mengalihkan cakupan layanan ke SPPG terdekat yang masih aktif," jelasnya.


Adapun 14 SPPG yang masuk dalam data sementara suspensi tersebut yakni:




1- SPPG Banyuates Tlagah 3.

2 - SPPG Karangpenang Blu'uran 3.

3 - SPPG Sokobanah Tamberu Barat 3.

4 - SPPG Jrengik Kotah.



5 - SPPG Ketapang Ketapang Barat.

6 - SPPG Ketapang Ketapang Barat 2.

7 - SPPG Robatal Pandiyangan.

8 - SPPG Tambelangan Samaran 2.

9 - SPPG Ketapang Paopale Daya.



10 - SPPG Karangpenang Gunung Kesan 2.

11 - SPPG Omben Omben 2.

12 - SPPG Ketapang Rabiyan.

13 - SPPG Jrengik Kotah 2.

14 - SPPG Omben Rapa Laok.




Sudarmanta menegaskan, data tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah sewaktu-waktu. Bahkan, perubahan data bisa terjadi beberapa kali dalam sehari sesuai dengan kondisi dan perkembangan masing-masing SPPG.


"Data tiap hari bisa berubah, satu hari bisa berubah berkali-kali. Itu data sementara," katanya.




Dia menjelaskan, penyebab suspensi berbeda-beda pada setiap SPPG. Beberapa di antaranya berkaitan dengan layout, kurangnya kelengkapan fasilitas, perpindahan SPPG, maupun perpindahan lokasi.


Suspensi tersebut juga tidak bersifat permanen. SPPG yang telah memenuhi seluruh rekomendasi dan persyaratan dapat kembali beroperasi.


"Ini nanti masih buka kembali lagi. Tergantung keaktifan SPPG dalam menyikapi," jelasnya.




Sudarmanto mengimbau seluruh pengelola SPPG agar mematuhi seluruh rekomendasi dan aturan yang ditetapkan BGN. Standarisasi pelayanan wajib dipenuhi, termasuk sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS), instalasi pengolahan air limbah (IPAL), ketentuan menu, hingga validitas data penerima manfaat.


Dia juga berharap pembenahan infrastruktur, evaluasi layout, serta penyesuaian manajemen dapat segera diselesaikan sehingga SPPG yang disuspensi dapat kembali beroperasi dan mendukung kelancaran program MBG.




"Semua rekomendasi dan aturan wajib dilaksanakan. Standarisasi wajib diikuti, sertifikat SLHS, IPAL, menu dan lainnya harus dipenuhi. Semua perintah BGN wajib dilaksanakan. Data penerima manfaat harus valid dan titik koordinat wajib benar," pungkasnya. (Mukrim)