Geger, Ibu di Pamekasan Bunuh Anak Kandung Berusia 10 Tahun
Redaksi - Tuesday, 18 August 2026 | 02:11 AM


salsabilafm.com - Seorang bocah perempuan berusia 10 tahun inisial TD, di Pamekasan meninggal dunia setelah ditemukan bersimbah darah di rumahnya. TD diduga menjadi korban penganiayaan oleh ibu kandungnya, DA (31), saat keduanya berada di rumah dalam kondisi sepi.
Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Karang Dalem, Desa Pademawu Barat, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Senin (17/8/2026). DA telah diamankan polisi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kasihumas Polres Pamekasan Ipda Yoni Evan Pratama membenarkan adanya peristiwa tersebut. Polisi masih mendalami kasus itu.
"Benar, tadi siang sekitaran pukul 10:30 kejadiannya, petugas masih mendalami kasus tersebut," terang Yoni.
Dugaan penganiayaan terjadi saat rumah dalam kondisi sepi. Sebelum kejadian, DA disebut meminta ibu kandungnya yang merupakan nenek TD untuk pergi membeli makanan bersama dua anak lainnya.
Setelah nenek korban pergi, di dalam rumah hanya tersisa DA dan TD. Dugaan penganiayaan kemudian terjadi.
Sekitar pukul 11.00 WIB, nenek TD kembali ke rumah. Dia kemudian menemukan cucunya tergeletak di teras depan dalam kondisi bersimbah darah.
TD mengalami luka sobek pada lengan kanan yang diduga akibat benda tajam. Selain itu, bibir korban juga ditemukan dalam kondisi lebam.
Warga kemudian membawa TD ke Puskesmas Pademawu untuk mendapatkan pertolongan. Korban selanjutnya dirujuk ke RSUD Pamekasan.
Namun, nyawa bocah tersebut tidak tertolong. TD meninggal dunia setelah mendapatkan penanganan medis.
Setelah mengantar TD untuk mendapatkan pertolongan medis, nenek korban kembali ke rumah. Namun, rumah tersebut dalam kondisi terkunci dari dalam.
Warga bersama pihak kepolisian kemudian mendobrak pintu rumah. DA ditemukan masih berada di dalam rumah.
Saat diamankan, DA disebut memegang sebilah pisau. Petugas kemudian mengamankan DA sekaligus mengamankan senjata tajam tersebut sebagai barang bukti.
DA selanjutnya dibawa ke Mapolres Pamekasan untuk menjalani pemeriksaan. Selain mendalami kronologi dan motif dugaan penganiayaan, polisi juga memeriksa kondisi kejiwaan DA.
Berdasarkan keterangan keluarga dan saksi di lokasi, DA disebut memiliki riwayat gangguan kejiwaan. Kondisinya disebut sempat membaik, tetapi kembali kambuh dalam empat hari terakhir sebelum kejadian.
DA juga disebut masih mengonsumsi obat yang berkaitan dengan kondisi kejiwaannya.
Meski demikian, polisi masih perlu memastikan kondisi tersebut melalui pemeriksaan profesional. Penyidik Satreskrim Polres Pamekasan berkoordinasi dengan tenaga medis atau psikiater untuk mendalami kondisi kejiwaan DA. Saat ini, DA masih diamankan di Mapolres Pamekasan.
Polisi juga masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara lengkap kronologi dan motif dugaan penganiayaan yang menyebabkan TD meninggal dunia.
Status kondisi kejiwaan DA serta kaitannya dengan pertanggungjawaban hukum dalam perkara tersebut akan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan profesional dan proses hukum yang berlaku. (*)
Next News

Angkat Tema Petik Laut, PAUD Idaman Al Munawarah Meriahkan Karnaval Hari Jadi Sumenep ke-757
in 7 hours

Ponpes Assirojiyyah Kajuk Sampang Gelar Tahlil 7 Hari Wafat KH Syukron Makmun
14 hours ago

3 Mobil Terlibat Kecelakaan Beruntun di Jalan Raya Galis Bangkalan
14 hours ago

Operasi Sikat Semeru, Polres Pamekasan Ringkus 9 Tersangka
14 hours ago

Kuota Solar Habis, SPBU di Pamekasan Terapkan Sistem Buka-Tutup
14 hours ago

2 Pegawai SPPG Sumenep Diciduk Polisi, Diduga Nyabu di Dapur MBG
14 hours ago

Indonesia Pangkas Ekspor Gas ke Singapura 31 BBTUD, Prioritaskan Kebutuhan Dalam Negeri
20 hours ago

Nelayan Sampang Hilang di Perairan Ketapang, Pencarian Hari Pertama Nihil
20 hours ago

Kecelakaan Tunggal di Jalan Imam Bonjol Sampang, Pengendara Vario Meninggal Dunia
2 days ago

Catut Nama untuk Minta Uang ke Sekolah, PWI Sampang Akan Laporkan Oknum Pers
2 days ago




