Selasa, 18 Agustus 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

BASSRA Bantah Tolak Rencana Industri di Bangkalan

Redaksi - Tuesday, 18 August 2026 | 02:09 AM

Background
BASSRA Bantah Tolak Rencana Industri di Bangkalan
Sekjen BASSRA, KH Syafik Rofi'i saat memberikan keterangan. (Istimewa/)

salsabilafm.com  – Badan Silaturahmi Ulama Pesantren Madura (BASSRA) membantah kabar yang menyebut organisasi tersebut telah sepakat menolak rencana pembangunan industri di Bangkalan, Jawa Timur.


Sekretaris Jenderal BASSRA KH Syafik Rofi'i menegaskan, hingga kini belum ada keputusan maupun sikap resmi organisasi yang menyatakan penolakan terhadap rencana industrialisasi di Bangkalan.


Klarifikasi itu disampaikan Syafik menyusul pemberitaan yang mengaitkan hasil pertemuan BASSRA dengan sikap penolakan terhadap rencana industri di Bangkalan. Menurut dia, pembahasan mengenai rencana tersebut memang pernah muncul dalam rapat, tetapi belum menghasilkan kesepakatan organisasi.




"Belum ada sikap BASSRA untuk menolak. Itu masih pemikiran yang muncul dalam pembahasan, bukan kesepakatan atau keputusan," ujar Syafik dalam keterangan terbukanya pada awak media, Senin (17/8/2026) siang.


Syafik mengatakan, dirinya memahami bahwa rencana industrialisasi memiliki dampak luas terhadap masyarakat. Karena itu, persoalan tersebut tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan satu kali pembahasan atau pendapat sejumlah pihak. 




Salah satu gagasan yang muncul dalam pembahasan, kata Syafik, adalah perlunya mendahulukan pembangunan di tingkat provinsi. Namun, gagasan tersebut masih merupakan bahan pemikiran dan belum menjadi sikap kelembagaan BASSRA. 


"Kalau kemudian itu disebut sebagai keputusan BASSRA, tentu tidak tepat," ujarnya.


Syafik juga meluruskan informasi mengenai sikap BASSRA terhadap rencana nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) yang berkaitan dengan rencana tersebut.




Menurut dia, BASSRA belum mengambil keputusan untuk menerima ataupun menolak MoU tersebut. Pembahasannya masih akan dilakukan dengan melibatkan lebih banyak unsur masyarakat.


BASSRA, lanjut Syafik, berencana meminta pandangan dari berbagai kalangan, mulai dari ulama, tokoh masyarakat hingga kaum intelektual.




"Masih akan dibahas lagi dengan berbagai kalangan. Jadi belum ada keputusan BASSRA," kata dia.


Dia menambahkan, pertemuan BASSRA sebelumnya juga telah disepakati untuk tidak dipublikasikan karena pembahasan belum mencapai kesimpulan. Karena itu, informasi yang kemudian muncul di ruang publik dinilai tidak dapat diposisikan sebagai keputusan resmi organisasi.


Syafik menyebut dalam forum tersebut memang terdapat sejumlah pandangan yang disampaikan oleh pihak-pihak yang hadir. Akan tetapi, pandangan individual tidak otomatis menjadi sikap organisasi. (*)