Jumat, 14 Agustus 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Laga Soekarno Cup di Bangkalan Ricuh, Seorang Official Tim Diduga Pukul Wasit

Redaksi - Friday, 14 August 2026 | 05:08 AM

Background
Laga Soekarno Cup di Bangkalan Ricuh, Seorang Official Tim Diduga Pukul Wasit
Salah satu official Banteng Papua Tengah diduga memukul wasit. (Istimewa/)


salsabilafm.com - Laga pertandingan Soekarno Cup grup B yang digelar di Stadion Gelora Bangkalan (SGB), Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, ricuh. 


Bahkan, salah satu wasit mendapat pukulan dari salah satu official team Banteng Papua Tengah. Aksi pemukulan itu terjadi usai pemain Banteng Papua Tengah yang sedang bertanding melawan Banteng D.I Yogyakarta mendapatkan kartu kuning dari wasit.




Official Team dari Banteng Papua Tengah lalu melakukan protes. Kemudian, pada menit ke-69 salah satu official itu melakukan pemukulan pada wasit yang sedang bertugas. 


Match Commissioner PSSI Jatim, Subahri, mengatakan, aksi pemukulan terjadi karena official team Banteng Papua Tengah keberatan dengan keputusan wasit.


"Intinya tidak terima keputusan wasit. Itu saja," kata Subahri, Kamis (13/8/2026), dilansir dari Kompas. 




Pasca insiden tersebut, pertandingan berhenti sementara selama 15 menit. Setelah itu, pertandingan kembali dilanjutkan dengan menugaskan wasit pengganti.


"Ada pergantian wasit setelah terjadi pemukulan tadi," ujar Subahri. 




Pada pertandingan tersebut, tim Banteng D.I Yogyakarta mendapat tendangan pinalti sehingga skor berubah menjadi 2-1 sekaligus mengungguli tim Banteng Papua Tengah.


Lalu, pada menit ke-95, tim Banteng Papua Tengah berhasil menyamai kedudukan skor menjadi 2-2. Tak lama, wasit meniup peluit panjang. Namun, hal itu mendapat protes dari tim Banteng D.I Yogyakarta yang tidak puas dengan wasit yang bertugas. 


"Ya, di akhir pertandingan ricuh lagi karena tidak terima keputusan wasit dari pihak Jogja," ungkap Subahri.




Sementara itu, Asisten Pelatih Banteng Papua Tengah, Moses Nazareth, mengatakan, pihaknya melakukan aksi protes pada wasit karena merasa tidak puas dengan keputusan wasit. 


"Kita tidak puas dengan keputusan wasit, alasan diberikan kartu kuning kedua. Insiden yang terjadi itu kita minta agar bisa me-review rekaman agar bisa mengambil keputusan," katanya.




Moses menegaskan, kartu kuning kedua yang diterima pemainnya itu tak seharusnya diberikan. "Itu bola 50:50, bukan pelanggaran keras yang harus diganjar kartu kuning," ujarnya.


Dia juga menyayangkan sikap wasit yang kerap meniup peluit saat terdapat pemain yang jatuh. Menurut dia, sikap wasit akan melemahkan mental pemain. 


"Saya kurang setuju dengan jatuh sedikit tiup. Jatuh lagi, tiup. Bagaimana kita menjadi kuat kalau seperti itu," pungkasnya. (*)