Selasa, 18 Agustus 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Bupati Sampang Dorong Pulau Mandangin Jadi Destinasi Wisata dan Sentra Ekonomi Warga

Ach. Mukrim - Tuesday, 18 August 2026 | 06:57 AM

Background
Bupati Sampang Dorong Pulau Mandangin Jadi Destinasi Wisata dan Sentra Ekonomi Warga
Pulau Mandangin, Sampang. (Mukrim/Salsa/)

salsabilafm.com - Bupati Sampang, Slamet Junaidi mendorong penguatan kemandirian ekonomi masyarakat Pulau Mandangin melalui pengembangan sektor pariwisata, UMKM, dan pemberdayaan pemuda. Hal itu disampaikan saat menghadiri Festival Pesisir ke-V di Pulau Mandangin, Sabtu (15/8/2026) kemarin. 


Menurutnya, kehadiran perusahaan di Pulau Mandangin harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi warga. Sebabnya, dia menginginkan ada kemandirian ekonomi di Pulau Mandangin. 


"Saya tidak ingin masyarakat Pulau Mandangin hanya menjadi penonton," katanya. 




Dia mengatakan, Pulau Mandangin memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata. Karena itu, masyarakat setempat, khususnya pemuda, harus dilibatkan secara langsung dalam pengelolaan potensi tersebut agar manfaat ekonomi dapat dirasakan masyarakat.


Slamet menyebut terdapat lahan seluas sekitar 21 hektare di Pulau Mandangin. Dari lahan tersebut, Pemkab Sampang mengupayakan pemanfaatan enam hektare melalui skema pinjam pakai. Lahan itu nantinya akan dikelola oleh pemuda bersama kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).




"Enam hektare itu insyaallah minggu depan akan kita serahkan kepada pengelola Pemerintah Desa Pulau Mandangin sehingga bisa dikelola BUMDes. Nantinya ada kemandirian ekonomi dan yang pasti pariwisata," katanya.


Menurutnya, pengembangan kawasan wisata tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan UMKM dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Pemkab Sampang juga siap bersinergi dengan perusahaan dalam melakukan pendampingan dan pengembangan kawasan tersebut.


Selain untuk pariwisata, Pemkab Sampang berharap sisa lahan dari 6 hektar dari total 21 hektar tersebut dapat dihibahkan untuk kebutuhan pemakaman. Hal itu dinilai penting karena Pulau Mandangin memiliki keterbatasan lahan, sementara jumlah penduduk terus bertambah dan kebutuhan sarana prasarana semakin meningkat.




Dalam kesempatan tersebut, Slamet juga menyoroti status Kabupaten Sampang yang masih dikategorikan sebagai daerah terdampak kegiatan migas, bukan daerah penghasil. Dia berharap melalui sinergi dengan SKK Migas, status tersebut dapat dikaji sehingga Sampang bisa memperoleh manfaat lebih besar dari aktivitas migas.


"Kami berupaya lewat SKK Migas, barangkali Pulau Mandangin khususnya Kabupaten Sampang bisa dikategorikan penghasil, bukan terdampak," jelasnya.




Status tersebut, kata Bupati, berkaitan dengan mekanisme dana bagi hasil (DBH). Jika berstatus sebagai daerah terdampak, DBH dari pemerintah pusat disalurkan melalui Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Sedangkan jika menjadi daerah penghasil, DBH dari pusat dapat diterima langsung oleh Kabupaten Sampang sesuai ketentuan yang berlaku.


Dia juga berharap keberadaan perusahaan migas dapat memberikan ruang lebih besar bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal. Menurutnya, tenaga kerja maupun perusahaan dari Sampang perlu mendapat perhatian dalam berbagai aktivitas penunjang industri migas.


"Harapan kami adalah pajaknya untuk masyarakat Kabupaten Sampang. Tolong prioritaskan perusahaan daerah Kabupaten Sampang," tegasnya.




Slamet juga meminta program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) diarahkan untuk mendukung pengembangan pariwisata dan pemberdayaan masyarakat Pulau Mandangin. Dengan begitu, program perusahaan tidak hanya bersifat sementara, tetapi dapat menciptakan kesinambungan pembangunan dan kemandirian ekonomi warga.


Bupati menilai Festival Pesisir ke-V menjadi salah satu bentuk sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat. Kegiatan tersebut dinilai mampu mempertemukan berbagai pihak sekaligus menunjukkan potensi Pulau Mandangin, termasuk keterlibatan ratusan nelayan dalam kegiatan.




"Kami siap mensupport semua kegiatan dari perusahaan maupun SKK Migas. Saya ingin ada kesinambungan untuk melakukan pengembangan agar masyarakat bisa mandiri," pungkasnya. (Mukrim)