Sabtu, 22 Agustus 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

12 Kecamatan di Sampang Kering Kritis, Anggaran Rp75 Juta Hanya Cukup 1-2 Tangki Air per Desa

Ach. Mukrim - Saturday, 22 August 2026 | 01:49 AM

Background
12 Kecamatan di Sampang Kering Kritis, Anggaran Rp75 Juta Hanya Cukup 1-2 Tangki Air per Desa
Penyaluran air bersih. (Mukrim/Salsa/)

salsabilafm.com - Kekeringan akibat kemarau panjang masih melanda puluhan desa di Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah sumber air warga mengering dan memicu krisis air bersih.


Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, Mohammad Hozin, mengatakan berdasarkan hasil pemetaan, terdapat 12 kecamatan yang mengalami kekeringan kritis.


"Ada 12 kecamatan yang mengalami kering kritis, sedangkan dua kecamatan lain tidak, yakni di Ketapang dan Pangarengan," jelas Hozin, Sabtu (22/8/2026).




Dia memaparkan, dari 12 kecamatan tersebut, tercatat sebanyak 78 desa masuk kategori kering kritis. Mayoritas sumber air di wilayah terdampak bahkan telah mengering, sementara beberapa desa tidak lagi memiliki sumber air bersih yang memadai.


"Tahun ini yang mengalami kering kritis ada 78 desa," ujarnya.




Namun, banyaknya wilayah terdampak tidak sebanding dengan anggaran yang tersedia untuk penanganan krisis air bersih. BPBD Sampang hanya memiliki anggaran sebesar Rp75 juta untuk distribusi air bersih selama tahun ini.


"Anggaran tahun ini hanya Rp75 juta," imbuhnya.


Dia mengungkapkan, keterbatasan anggaran membuat BPBD harus membagi bantuan secara merata ke seluruh wilayah yang mengalami kekeringan. Dampaknya, setiap desa terdampak hanya mendapatkan jatah satu hingga dua tangki air.




"Maksimal tiap desa dua tangki, tergantung jumlah penduduk terdampak," ungkapnya. 


Hozin menambahkan, penyaluran air bersih kepada masyarakat hingga kini masih terbatas karena distribusi baru dimulai. Sejauh ini, baru tiga desa yang telah menerima bantuan air bersih.




"Baru ada tiga desa yang sudah menerima dropping air bersih," pungkasnya. (Mukrim)