45 Pasien Anak RS Saiful Anwar Malang Dievakuasi Usai Kebakaran Ruang Gizi
Redaksi - Thursday, 10 September 2026 | 10:11 AM


salsabilafm.com – Sebanyak 45 pasien anak di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang dievakuasi menyusul kebakaran yang terjadi di area layanan gizi rumah sakit tersebut, Rabu sore (9/9/2026).
Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSSA Malang, dr. Syaifullah Asmiragani, mengatakan evakuasi dilakukan setelah status code red diaktifkan untuk mengantisipasi dampak asap kebakaran.
"Terkait pasien anak, ketika sudah ada aktivitas code red, untuk menghindari terjadinya keracunan karbon monoksida akibat asap yang berlebihan, maka pasien anak kami evakuasi ke titik kumpul yang dekat dengan gedung ini," kata Syaifullah dilansir dari cnnindonesia.com.
Setelah seluruh pasien dievakuasi, tim medis langsung melakukan skrining dan evaluasi untuk memastikan tidak ada kondisi kegawatan akibat paparan asap.
"Setelah itu kami melakukan skrining dan evaluasi terhadap pasien yang dipindahkan untuk memastikan tidak ada kegawatan. Sudah dipastikan tidak ada, sehingga saat itu kami menunggu sampai ada lampu hijau dari tim yang bertugas mengevaluasi fasilitas," ujarnya.
Karena ruang perawatan anak masih berbau asap, pihak rumah sakit kemudian memindahkan 45 pasien tersebut untuk sementara ke ruang perawatan Grand Paviliun lantai 2.
"Mungkin butuh waktu satu sampai dua hari sampai asap betul-betul hilang dari tempat pelayanan. Sehingga untuk sementara pasien kami alihkan ke ruang perawatan di daerah Grand Paviliun dan jumlah yang terdampak 45 pasien," jelas Syaifullah.
Ia memastikan seluruh pasien anak dalam kondisi stabil setelah dipindahkan. Skrining ulang juga dilakukan untuk memastikan tidak terdapat kondisi yang mengkhawatirkan.
"Alhamdulillah, setelah kami pindahkan ke ruang tersebut dilakukan skrining ulang dan sampai sekarang tidak ada kegawatan pada pasien yang mengkhawatirkan," katanya.
Direktur Utama RSSA Malang, dr. Mochamad Bachtiar Budianto, mengatakan proses evakuasi pasien anak telah dilakukan sesuai prosedur yang dimiliki rumah sakit.
"Tadi memang secara sistem kami sudah memiliki alur bahwa evakuasi untuk pediatri itu di ruang GMT, itu kami lakukan," kata Bachtiar.
Menurutnya, saat ini pasien anak telah ditempatkan di ruangan dengan fasilitas yang lebih memadai di Grand Paviliun lantai 2. Pelayanan terhadap pasien juga telah kembali berjalan normal.
"Semuanya sudah kembali normal dan mendapatkan pelayanan seperti sebelum kejadian kebakaran," ujarnya.
Selain memastikan kondisi fisik pasien, pihak RSSA juga memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis anak-anak yang terdampak. Tim psikiater dan psikolog telah diterjunkan untuk melakukan skrining dan pendampingan.
"Memang benar anak ada perhatian khusus karena berbeda secara psikologis. Kami sudah mengantisipasi, kami skrining ulang termasuk psikis. Tadi sudah langsung turun ke lapangan ada tim dari psikiater dan psikolog," kata Bachtiar.
Pendampingan psikologis akan kembali dilakukan pada hari berikutnya. Hal itu untuk mengantisipasi adanya pasien yang masih mengalami ketakutan atau trauma setelah kejadian kebakaran.
"Besok masih akan turun ke ruangan. Pasti ada yang merasa takut, nanti akan dilakukan advokasi dan edukasi," ujarnya.
Sebelumnya, kebakaran melanda RSSA Malang pada Rabu (9/9/2026) sore. Api diketahui membakar dua ruangan di area dapur atau ruang gizi serta laundry room.
Laporan kebakaran diterima Mako Damkar sekitar pukul 14.57 WIB. Petugas kemudian bergerak menuju lokasi dengan mengerahkan lima unit armada, terdiri dari empat unit water supply dan satu unit rescue kajama, dengan kekuatan 20 personel.
Saat petugas Damkar tiba, api telah tersebar di beberapa titik dan plafon ruangan terbakar hingga roboh. Dua ruangan yang terdampak yakni dapur ruang gizi dan laundry room.
Material yang terbakar di antaranya peralatan dapur dan bahan makanan di ruang gizi. Sementara di laundry room, terdapat selimut dan seprai yang mudah terbakar sehingga turut memperbesar potensi penyebaran api.
Api akhirnya dinyatakan benar-benar padam sekitar pukul 16.30 WIB. Dalam insiden tersebut dipastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa.
(*)
Next News

BPBD Sumenep Salurkan Air Bersih ke 11 Desa Kritis
6 hours ago

Pemprov Jatim kirim air bersih guna atasi kekeringan di Kabupaten Bangkalan
6 hours ago

Penjarahan Warung Seblak di Pamekasan, Berawal dari Investasi Bodong, Kerugian Ratusan Juta
6 hours ago

Sudah 5 Tahun, Empat Ruang Kelas di SDN Pakaan Laok 1 Bangkalan Rusak
6 hours ago

3 Remaja di Sampang Ditangkap, Diduga Cabuli Siswi SMP di Toilet Sekolah
6 hours ago

Satgas Pangan Polres Sampang Cek Harga Beras, Stok dan Harga Masih Aman
6 hours ago

Polisi Ungkap Identitas 3 Korban Tewas Penembakan KKB di Jayawijaya
in 7 minutes

Purbaya Buka Peluang APBN untuk Saldo Awal Rekening Masyarakat
in a few seconds

Kemarau di Sampang Diprediksi Berlangsung hingga Desember 2026
9 minutes ago

Lestarikan Ekosistem Pesisir, Pertamina Patra Niaga Tanam 1.000 Mangrove di KEE Ujungpangkah
13 days ago





