Rabu, 22 Juli 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

19 Desa di Bangkalan Terdampak Kekeringan, Warga Bergantung Bantuan Air Bersih dari Pemerintah

Redaksi - Wednesday, 22 July 2026 | 06:57 AM

Background
 19 Desa di Bangkalan Terdampak Kekeringan, Warga Bergantung Bantuan Air Bersih dari Pemerintah
Warga mengantri mengisi air ( Istimewa/)


salsabilafm.com - Krisis air bersih akibat musim kemarau yang berkepanjangan semakin meluas di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Saat ini, sedikitnya 19 desa pada enam kecamatan terdampak kekeringan, memaksa ribuan warga bergantung pada bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.


Kabupaten Bangkalan memiliki 273 desa yang tersebar di 18 kecamatan. Dengan demikian, desa yang terdampak kekeringan atau krisis air saat ini mencapai sekitar 6,96 persen atau hampir 7 persen dari total desa di Bangkalan.




Salah satu wilayah yang mengalami kondisi paling parah adalah Desa Batangan, Kecamatan Tanah Merah. Hampir seluruh sumber air warga, mulai dari sumur gali, bak penampungan hingga kolam tadah hujan, telah mengering. Yang tersisa hanya dasar kolam berlumpur dan lumut, sehingga warga kesulitan memperoleh air untuk memasak, minum, maupun kebutuhan sanitasi.


Samsiah, warga Desa Batangan, mengaku, masyarakat kini sepenuhnya bergantung pada bantuan air bersih dari pemerintah dan lembaga kemanusiaan. Sementara itu, sebagian warga yang memiliki kemampuan ekonomi terpaksa membeli air dari penjual keliling dengan harga yang lebih mahal.


"Saat ini warga sangat kesulitan mendapatkan air bersih. Sumur dan penampungan sudah kering. Kami hanya bisa mengandalkan bantuan yang datang," ujar Samsiah, Selasa (21/7/26), dilansir dari Berita Satu.




Merespons kondisi tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bangkalan terus mendistribusikan bantuan air bersih ke wilayah terdampak. Salah satu prioritas penyaluran berada di Kecamatan Tanah Merah yang menjadi kawasan dengan tingkat kekeringan paling tinggi.


Staf Bidang Penanggulangan Bencana PMI Bangkalan, Muhammad Al Fayid, mengatakan, pihaknya setiap hari mengirim 10.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga.




"PMI Bangkalan mengirimkan bantuan air bersih sebanyak 10.000 liter per hari ke wilayah terdampak. Saat ini kami fokus di Kecamatan Tanah Merah, sementara untuk wilayah lainnya didistribusikan oleh BPBD," kata Al Fayid.


PMI juga mengedukasi masyarakat agar menggunakan air secara hemat selama musim kemarau. Warga diminta memprioritaskan pasokan air untuk kebutuhan pokok seperti minum, memasak, dan sanitasi.


Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga terus menyalurkan bantuan air bersih ke desa-desa lain yang mulai mengalami kekeringan. Distribusi dilakukan secara bertahap sesuai tingkat kebutuhan di masing-masing wilayah.




Memasuki puncak musim kemarau, pemerintah daerah mewaspadai kemungkinan bertambahnya jumlah desa terdampak apabila curah hujan tidak segera turun. Karena itu, pemantauan kondisi lapangan dan penyaluran bantuan air bersih terus diperkuat agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. (*)