Usai Jalani Wukuf di Arafah, Jemaah Haji Asal Sumenep Dilaporkan Meninggal Dunia
Redaksi - Friday, 29 May 2026 | 06:55 AM


salsabilafm.com - Seorang jemaah haji asal Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, meninggal dunia di Tanah Suci Mekkah usai menunaikan wukuf di Arafah. Jemaah tersebut bernama Abd. Aziz bin Rafi'i, warga Desa Prambanan, Kecamatan Gayam. Almarhum tergabung dalam kelompok terbang (kloter) SUB 79 Kabupaten Sumenep
Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumenep, Ahmad Halimy, mengatakan, pihaknya masih belum menerima laporan lengkap terkait kronologi meninggalnya jemaah haji tersebut.
"Kronologi kami belum dapat, karena kan di rumah sakit Saudi," kata Halimy, Kamis (28/5/2026).
Meski demikian, berdasarkan informasi awal yang diterima, Abd. Aziz meninggal dunia setelah menjalani rangkaian puncak ibadah haji di Arafah. Halimy menjelaskan, seusai wukuf, almarhum bersama sekitar 60 jemaah haji kategori risiko tinggi (risti) dipulangkan lebih awal ke hotel melalui program tanazul dan tidak mengikuti mabit di Muzdalifah maupun Mina.
"Setelah wukuf sudah selesai, meninggalnya di hotel," tambahnya.
Menurut dia, para jemaah risiko tinggi dipulangkan ke hotel karena kondisi kesehatan yang kurang baik. Selain faktor kesehatan, usia lanjut juga menjadi salah satu penyebab menurunnya kondisi fisik jemaah.
"Faktor usia juga, karena sudah sepuh," tuturnya.
Halimy mengatakan, pihak Kemenhaj Sumenep juga belum mengetahui secara pasti waktu meninggalnya Abd. Aziz. Informasi wafatnya jemaah tersebut baru diterima pihaknya pada Kamis (28/5/2026).
Selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci, Abd. Aziz didampingi istrinya. Jenazah almarhum dipastikan dimakamkan di Mekkah. Sementara itu, berdasarkan laporan terbaru yang diterima Kemenhaj Sumenep, tidak ada jemaah haji asal Sumenep yang menjalani perawatan di rumah sakit.
Namun, sejumlah jemaah dilaporkan masih menjalani perawatan dan pemantauan kesehatan di hotel tempat mereka menginap.
"Kami dapat laporan yang dirawat di rumah sakit tidak ada. Tapi kalau yang dirawat di hotel ada," ujar Halimy.
Sebelumnya, sekitar 800 lebih jemaah haji asal Kabupaten Sumenep memang masuk kategori risiko tinggi (risti). Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes P2KB Sumenep, Achmad Syamsuri, membenarkan bahwa mayoritas CJH memang tergolong risti.
"Sekitar 60 persen memang masuk risti," kata dia, Jumat (3/4/2026) lalu.
Kategori risti, jelas Syamsuri, mencakup jemaah lanjut usia (lansia), serta mereka yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung.
"Kelompok ini jadi perhatian khusus, karena memiliki potensi gangguan kesehatan selama menjalankan ibadah haji," jelasnya. (*)
Next News

Pawai Muharram 1448 H Meriah, MD Bustanul Ulum Sampang Gunakan Odong-Odong untuk Syiar Islam
16 hours ago

Pertamina Tambah 922 Ribu Tabung LPG 3 Kg di Jatim pada Perayaan Tahun Baru Islam
19 hours ago

Dispusip Sampang Akan Hapus Belanja Buku, Dialihkan untuk Operasional Perpusling
19 hours ago

Pemerintah Perketat Aturan Rokok, Kadar Nikotin Maksimal 1 Miligram
19 hours ago

Sambut Tahun Baru Islam, Ribuan Santri Ponpes Assirojiyyah Kajuk Gelar Istighotsah
19 hours ago

DBHCHT Menyusut, Program Pendukung Budidaya Tembakau di Sampang Tetap Jalan
2 days ago

Pengusaha Kaya Surabaya Tewas Terseret Arus Laut saat Mancing di Bangkalan
2 days ago

Truk vs Minibus Rombongan Anak TK di Bangkalan, 1 Tewas 3 Luka- Luka
2 days ago

Bupati Sampang Lepas 1.058 Petugas SE 2026, Dorong Data Berkualitas untuk Pembangunan Daerah
2 days ago

3 Bocah yang Tenggelam di Embung Sampang Ternyata Bersaudara
2 days ago





