3 Warga Tertahan di Selat Hormuz, Disperinaker Bangkalan Lapor ke BP3MI Jatim
Redaksi - Friday, 29 May 2026 | 12:33 PM


salsabilafm.com - Tiga warga asal Desa Lajing, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, tertahan di Selat Hormuz. Ketiganya bekerja di kapal Mediterranean Shipping Company (MSC) yang hendak melintas menuju Israel.
Untuk menindaklanjuti hal tersebut, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bangkalan setempat melapor ke Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jatim.
Kepala Disperinaker Bangkalan, Jemmi Tria Sukmana, mengatakan, pihaknya langsung melakukan pelacakan data usai beredarnya video tiga Anak Buah Kapal (ABK) MSC yang tertahan di Selat Hormuz.
Dari hasil pelacakan pada data Pekerja Migran Indonesia (PMI), tiga orang bernama Muhammad Ahyar, Mashudi Nasir, dan Hariri Samlan itu belum terlacak.
"Kami tracing data beliau-beliau di ID PMI kami belum ketemu karena sudah berangkat 20 tahun lebih," kata Jemmi, Kamis (28/5/2026).
Meski begitu, pihaknya tetap melakukan tindaklanjut upaya pelacakan dengan melakukan pelaporan ke BP3MI Jatim dan melaporkan adanya tiga warga Bangkalan yang tertahan di Selat Hormuz.
"Case seperti ini sudah jadi high profile case, akan dilaporkan berjenjang dan akan langsung di handle Kemenlu (Kementerian Luar Negeri)," ujarnya.
Dari video yang beredar di media sosial, tiga WNI itu sudah bekerja di kapal MSC lebih dari 20 tahun. Setiap pemberangkatan kerja, awak kapal akan dikontrak selama sembilan bulan di kapal tersebut. Tiga awak kapal kargo itu bekerja dalam posisi yang berbeda-beda.
Mulai juru mudi hingga juru masak. Meski tertahan di Selat Hormuz, ketiga masih tetap bisa berkegiatan dan mereka mengaku masih bisa menghubungi pihak keluarga melalui sambungan telepon yang berada di kapal.
Sebelumnya, terdapat sebanyak delapan ABK kapal MSC yang berasal dari Indonesia. Dari delapan orang tersebut, sebanyak tiga orang berasal dari Desa Lajing, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan.(*)
Next News

3 Bulan Air Mampet, Belasan Warga Datangi Kantor PDAM Sampang
6 hours ago

Gubernur Jatim: Sekolah Rakyat Terpadu di Sampang Jadi yang Terluas di Indonesia
6 hours ago

Dituduh Punya Sihir, 2 Warga di Sumenep Lakukan Sumpah Pocong
10 hours ago

Kecelakaan Avanza Velos vs Motor di Sampang, Remaja 16 Tahun Meninggal Dunia
10 hours ago

Disdik Sampang Telusuri Status Pendidikan Pelaku dan Korban Rudapaksa Anak
11 hours ago

Jelang Pensiun Sekda Sampang, Sejumlah Nama Muncul sebagai Kandidat Pj
11 hours ago

37 Tahun Jadi PMI Ilegal di Malaysia, Pria Asal Bangkalan Dipulangkan Usai Meninggal
a day ago

DPRD Sampang Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
a day ago

DPRD Sampang Sebut 3 Perda Perlindungan Anak dan Perempuan Sudah Disahkan: Masalahnya Belum Ada Perbup
a day ago

Kasus Rudapaksa Anak, Dinsos PPPA Sampang Beri Pendampingan Korban Sejak Akhir Juni
a day ago





