Disdik Sampang Telusuri Status Pendidikan Pelaku dan Korban Rudapaksa Anak
Ach. Mukrim - Tuesday, 21 July 2026 | 05:30 AM


salsabilafm.com - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang masih melakukan sinkronisasi data terhadap pelaku dan korban dalam kasus dugaan rudapaksa terhadap seorang remaja perempuan berusia 15 tahun yang diduga melibatkan 27 orang.
Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Raden Roro Dewi Trisna, mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan status pendidikan seluruh pelaku maupun korban. Sebab, masih menunggu data lengkap dari instansi terkait.
"Kami masih mohon data pelaku dan korban dibagikan kepada kami, apakah pelaku dan korban sudah masuk kategori Anak Tidak Sekolah (ATS) atau masih bersekolah," katanya, Selasa (22/7/2026).
Menurut dia, dari informasi awal yang diterima, salah satu korban mengaku masih bersekolah di salah satu SMP. Namun, setelah dilakukan penelusuran melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik), nama yang bersangkutan tidak ditemukan.
"Setelah kami cek lagi, ternyata masuk dalam data ATS," ujarnya.
Dia mengungkapkan, berdasarkan pendataan sementara, terdapat 11 anak yang berkaitan dengan kasus tersebut. Sebanyak dua anak masih tercatat sebagai peserta didik atau yang duduk di bangku sekolah. Sementara dua lainnya telah putus sekolah atau drop out.
Dinas Pendidikan, kata Dewi, saat ini masih memverifikasi dan menyinkronkan data nama-nama yang diterima sebelum menentukan langkah lanjutan.
"Langkah kami saat ini masih sinkronisasi data nama-nama terlebih dahulu," ucapnya.
Pihaknya mengaku telah menjalankan sejumlah upaya pencegahan melalui satuan pendidikan dalam beberapa tahun terakhir. Program tersebut antara lain penguatan pendidikan karakter melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), pembiasaan perilaku positif di sekolah, serta pembatasan penggunaan gawai di lingkungan pendidikan.
"Kami mulai beberapa tahun terakhir melakukan model-model edukasi kepada satuan pendidikan. Ada MPLS yang menanamkan kembali kebiasaan-kebiasaan baik yang mulai terkikis, termasuk pembatasan penggunaan gawai di sekolah," jelasanya.
Dia juga mengapresiasi jika adapertemuan lijika instansi yang digelar untuk menyusun langkah penanganan kasus tersebut. Menurut Dewi, pendataan terhadap anak yang berstatus ATS masih terus dilakukan untuk memastikan mereka tetap memperoleh akses pendidikan.
"Kami masih mendata lebih lanjut. Kalau memang anak-anak tersebut masuk kategori ATS, bagaimana mereka tetap bisa mendapatkan layanan pendidikan akan kami upayakan," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

Warga Bangkalan Temukan Bayi Perempuan Menangis di Teras Toko
19 hours ago

Pura-pura Tanya Alamat, Pria Tak Dikenal di Bangkalan Diduga Lecehkan Siswi
19 hours ago

HCML Tuan Rumah GCM ke-336, Perkuat Koordinasi Pasokan Gas Jawa Timur–Jawa Tengah
13 hours ago

Bupati Sampang Ajak Masyarakat Manfaatkan Program Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor
2 days ago

Ratusan Mahasiswa UTM Datangi Kantor Pemkab Bangkalan, Tuntut Perlindungan Usai Kasus Pembegalan
2 days ago

Mobil Terbakar di Pintu Keluar SPBU Pamekasan, Warga: Ada Jeriken Isi BBM
2 days ago

Identitas Pria yang Ditemukan Meninggal di Bukit Plakpak Pamekasan Terungkap
2 days ago

Pemerintah Sebut Aspirasi Mahasiswa pada Demonstrasi 28 Oktober Jadi Prioritas Kebijakan
2 days ago

Kejari Periksa Eks Pj Bupati Sampang dalam Kasus Dugaan Korupsi Proyek SMP
3 days ago

Satreskrim Polres Sampang Ingatkan Ancaman 6 Tahun Penjara bagi Penyalahgunaan BBM Subsidi
3 days ago

