Sekolah Rakyat di Sampang Jangkau Siswa dengan Sistem Multi-Entry, Multi-Exit
Redaksi - Friday, 11 September 2026 | 06:31 AM


salsabilafm.com – Tidak hanya menjangkau siswa di tahun ajaran baru, Sekolah Rakyat (SR) Kabupaten Sampang, Jawa Timur, menerapkan sistem pendidikan multi-entry, multi-exit, sehingga anak yang tidak sekolah, putus sekolah, maupun berpotensi putus sekolah dapat dijangkau setiap saat.
"Di SR itu penjangkauan tidak terfokus kepada awal tahun ajaran baru. Karena kita sistem di SR itu adalah multi-entry, multi-exit. Jadi memastikan anak-anak yang tidak sekolah, putus sekolah, atau potensi putus sekolah," ujar Hanafi, Ketua Tim PKH Provinsi Jawa Timur, saat melakukan penjangkauan langsung bersama Satgas Penjangkauan Siswa Kementrian Sosial, Sofiur Rohman, di kediaman calon siswa (SR) di Jl. Delima, Jum'at, (11/9/2026).
Hanafi juga menegaskan, bagi siswa yang sudah bersekolah leguler baik negeri maupun swasta, apabila terdapat resiko tinggi untuk putus sekolah, pihaknya akan melakukan rekomendasi dengan berkordinasi kepada orang tua ataupun pihak sekolah agar di tempatkan di sekolah rakyat.
"Prinsip kami tidak mengambil, karena tujuan pemerintah sama, mau di sekolah reguler maupun di sekolah lain, adalah memastikan anak bangsa itu sekolah, anak bangsa itu menyerap pendidikan, mengakses pendidikan," tegasnya.
Dia juga menambahkan, sampai saat ini Sekolah Rakyat Kab. Sampang masih membuka kesempatan bagi anak yang memenuhi persyaratan untuk mengakses pendidikan. Hingga saat ini jenjang SMP telah berjalan dengan tiga Rombongan Belajar (Rombel) dan masih disiapkan penambahan dua (Rombel) lainnya. Sementara untuk jenjang SD dan SMA juga masih membuka ruang.
"Kita tidak membuka pendataan, tapi kita menjangkau dalam memastikan anak-anak yang dari masyarakat yang miskin ekstrem maupun miskin, itu kita pastikan dia sekolah dan tidak putus sekolah," katanya.
Sementara Satgas Penjangkauan Siswa Kementrian Sosial, Sofiur Rohman, mengatakan keberadaan Sekolah Rakyat dapat menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan seluruh anak mendapatkan hak dan akses pendidikan tanpa harus menunggu dimulainya tahun ajaran baru.
"Saya berharap agar seluruh masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas Sekolah Rakyat yang telah disiapkan pemerintah sebagai sarana pendidikan bagi anak-anak, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang unggul, berprestasi, serta mampu menghadapi masa depan," tuturnya. (Badri)
Next News

Akibat Tak Kuat Menanjak, Truk Mundur Ke Jurang di Galis Bangkalan, Satu Pengemudi Tewas
13 hours ago

Kurang Perhatikan Arus Lalin, Dua Motor Terlibat Kecelakaan di Larangan Pamekasan
13 hours ago

BPBD Sumenep Salurkan Air Bersih ke 11 Desa Kritis
2 days ago

Pemprov Jatim kirim air bersih guna atasi kekeringan di Kabupaten Bangkalan
2 days ago

Penjarahan Warung Seblak di Pamekasan, Berawal dari Investasi Bodong, Kerugian Ratusan Juta
2 days ago

Sudah 5 Tahun, Empat Ruang Kelas di SDN Pakaan Laok 1 Bangkalan Rusak
2 days ago

3 Remaja di Sampang Ditangkap, Diduga Cabuli Siswi SMP di Toilet Sekolah
2 days ago

Satgas Pangan Polres Sampang Cek Harga Beras, Stok dan Harga Masih Aman
2 days ago

Polisi Ungkap Identitas 3 Korban Tewas Penembakan KKB di Jayawijaya
a day ago

Purbaya Buka Peluang APBN untuk Saldo Awal Rekening Masyarakat
a day ago




