Kabut Abu Anak Krakatau Berpotensi Meluas, BMKG Pastikan Madura Aman
Redaksi - Tuesday, 08 September 2026 | 10:25 AM


salsabilafm.com – Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali memunculkan kewaspadaan terhadap potensi sebaran abu vulkanik. Namun, masyarakat Jawa Timur, termasuk Madura, diminta tidak panik karena secara geografis wilayah tersebut berada cukup jauh dari pusat erupsi di Selat Sunda.
Ketua Tim Kerja Meteorologi BMKG Juanda, Andrie Wijaya, mengatakan hingga saat ini tidak ada indikasi dampak langsung erupsi Anak Krakatau berupa awan panas maupun hujan abu lebat yang mengarah ke Madura.
"Jarak geografis Jawa Timur dan Madura sangat jauh dari pusat erupsi di Selat Sunda, sehingga tidak ada dampak langsung berupa awan panas maupun hujan abu lebat di wilayah ini," jelasnya, Senin (07/09/2026), dilansir dari Karimata Media.
Berdasarkan pemantauan BMKG pada Senin, 7 September 2026 pukul 10.00 WIB, abu vulkanik Anak Krakatau terpantau bergerak menjauhi puncak gunung dan terdeteksi pada dua lapisan ketinggian dengan arah sebaran berbeda.
Pada lapisan rendah hingga ketinggian 15 ribu kaki atau sekitar 4,57 kilometer, abu bergerak ke arah barat daya hingga barat laut. Sebaran ini mencakup sebagian wilayah Banten, Jawa Barat, Lampung dan Bengkulu serta Samudera Hindia di sebelah barat Bengkulu dan Lampung.
Sementara, pada lapisan tinggi hingga 50 ribu kaki atau sekitar 15,24 kilometer, abu bergerak ke arah barat daya hingga barat dan lebih berpotensi mengganggu jalur penerbangan.
BMKG juga mengingatkan masyarakat yang hendak melakukan perjalanan udara menuju atau melalui wilayah Jakarta, Banten, Lampung maupun Bengkulu untuk terus memantau informasi operasional penerbangan. Sebaran abu vulkanik dapat mempengaruhi jarak pandang maupun keselamatan penerbangan sehingga sejumlah jadwal penerbangan berpotensi mengalami penyesuaian.
Dalam prakiraan berikutnya, sebaran abu vulkanik diperkirakan berada hingga ketinggian 15 ribu kaki dan bergerak ke arah barat dengan kecepatan sekitar 15 knot atau 28 kilometer per jam.
Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi sebagian Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Lampung, Bengkulu, Sumatera Selatan, Selat Sunda serta wilayah Samudera Hindia di sebelah barat Bengkulu-Lampung-Banten.
Andrie meminta masyarakat tidak ikut menyebarkan kabar yang mengaitkan erupsi Anak Krakatau dengan potensi bencana susulan di wilayah lain tanpa dasar ilmiah.
Masyarakat disarankan memantau perkembangan aktivitas gunung api melalui kanal resmi PVMBG, aplikasi MAGMA Indonesia serta media sosial terverifikasi BMKG. (*)
Next News

Kecelakaan di JLS Sampang, 1 Orang Meninggal Dunia
7 hours ago

9 Nelayan Sumenep Ditahan Otoritas Australia, 2 Dikarantina karena Sakit
7 hours ago

Tanggapi Pembongkaran Paksa Minimarket di Pamekasan, Begini Penjelasan Emil Dardak
7 hours ago

Saksikan Ibunya Diancam dengan Celurit, Anak 8 Tahun di Pamekasan Alami Trauma
2 hours ago

Polisi Panggil Saksi-saksi Kasus Pembongkaran Retail Modern di Pamekasan
2 hours ago

Leher Siswa SMA Terjerat Kabel PLN di Bangkalan
a day ago

Digerebek Suami di Tempat Kerja, Nakes Diduga Selingkuh dengan Kepala Puskesmas Robatal
a day ago

Pecatur Sampang Raih Dua Medali di Asia Pacific Deaf Chess Championship 2026
a day ago

Minibus Vs Motor Terlibat Kecelakaan di Pamekasan
2 days ago

Kecewa Pelayanan Kesehatan, Warga Segel Pustu Blu'uran Sampang
2 days ago




