PMI Asal Bangkalan Meninggal Usai Kecelakaan Kerja di Malaysia
Redaksi - Tuesday, 08 September 2026 | 04:51 AM


salsabilafm.com - Salah satu Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural atau ilegal, meninggal dunia usai mengalami kecelakaan kerja di Malaysia. Jenazah PMI tersebut lalu dipulangkan ke tanah air.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bangkalan, Jemmi Tria Sukmana mengatakan, PMI tersebut berinisial NH (38) warga Desa Geger, Kecamatan Geger.
"Jadi pada tanggal 3 September kemarin kami mendapat surat dari KBRI Kuala Lumpur yang menyampaikan bahwa PMI asal Bangkalan telah meninggal dunia," ucapnya, Senin (7/9/2026), dilansir dari Kompas.
Berdasarkan informasi tersebut, diketahui NH meninggal dunia usai mengalami kecelakaan kerja. Bahkan, NH sempat mendapatkan pertolongan di rumah sakit.
"PMI tersebut meninggal dunia di Rumah Sakit Tuanku Ja'afar Seremban Negeri Sembilan setelah mendapatkan perawatan usai mengalami kecelakaan kerja," jelasnya.
Usai mendapatkan surat itu, proses pemulangan NH dilakukan. Meski NH merupakan PMI nonprosedural namun Pemerintah Indonesia tetap membantu pemulangan jenazah hingga ke rumah duka.
"Jenazah dipulangkan dari Malaysia pada tanggal 5 September 2026 menggunakan maskapai Air Asia QZ 321 dan tiba di Bandara Juanda pada pukul 11.00 WIB.
Selanjutnya jenazah dipulangkan ke rumah duka di Desa Geger menggunakan ambulans yang difasilitasi oleh P4MI Pamekasan," ungkapnya.
Selain itu, berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, NH sudah bekerja di Malaysia sejak 15 tahun lalu. Di negeri jiran itu, NH bekerja sebagai kuli bangunan.
"Yang bersangkutan bekerja sebagai pekerja konstruksi di Kota Seremban, Negeri Sembilan Malaysia selama 15 tahun secara nonprosedural," jelasnya.
Jemmi juga mengimbau agar masyarakat yang hendak bekerja di luar negeri tidak menggunakan jalur nonprosedural atau ilegal.
Sebab, PMI ilegal tidak memiliki dokumen kunjungan resmi sehingga bisa dideportasi sewaktu-waktu.
"Dan pekerja nonprosedural ini perlindungan hukumnya sangat minim, rentan tidak diakui oleh otoritas setempat karena dianggap pekerja ilegal," tutupnya.
Next News

Kecelakaan di JLS Sampang, 1 Orang Meninggal Dunia
8 hours ago

9 Nelayan Sumenep Ditahan Otoritas Australia, 2 Dikarantina karena Sakit
8 hours ago

Tanggapi Pembongkaran Paksa Minimarket di Pamekasan, Begini Penjelasan Emil Dardak
8 hours ago

Saksikan Ibunya Diancam dengan Celurit, Anak 8 Tahun di Pamekasan Alami Trauma
2 hours ago

Polisi Panggil Saksi-saksi Kasus Pembongkaran Retail Modern di Pamekasan
2 hours ago

Leher Siswa SMA Terjerat Kabel PLN di Bangkalan
a day ago

Digerebek Suami di Tempat Kerja, Nakes Diduga Selingkuh dengan Kepala Puskesmas Robatal
a day ago

Pecatur Sampang Raih Dua Medali di Asia Pacific Deaf Chess Championship 2026
a day ago

Minibus Vs Motor Terlibat Kecelakaan di Pamekasan
2 days ago

Kecewa Pelayanan Kesehatan, Warga Segel Pustu Blu'uran Sampang
2 days ago




