Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Berbahaya bagi Penerbangan, Ini Alasannya
Redaksi - Monday, 07 September 2026 | 04:34 AM


salsabilafm.com – Sejumlah penerbangan di beberapa bandara Indonesia dibatalkan sejak Minggu (6/9/2026) hingga Senin (7/9/2026), menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau yang memicu penyebaran abu vulkanik.
Lantas, apa yang membuat abu vulkanik berbahaya bagi penerbangan hingga menyebabkan sejumlah bandara harus ditutup sementara?
Anggota Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI), Daryono menjelaskan, abu vulkanik hasil erupsi gunung berapi memiliki karakteristik yang berbeda dengan awan biasa dan dapat membahayakan keselamatan penerbangan.
Menurutnya, abu vulkanik terdiri dari fragmentasi batuan mikroskopis, silika (SiO2), serta kristal mineral berujung tajam yang bersifat abrasif.
Ketika pesawat melintasi awan abu vulkanik dalam kecepatan tinggi, partikel tersebut dapat mengikis kaca kokpit hingga menjadi buram, merusak sensor seperti pitot tube, serta mengikis bilah turbin dan lapisan pelindung mesin jet.
Namun, bahaya paling serius terjadi ketika abu vulkanik masuk ke dalam mesin pesawat.
Daryono menjelaskan, suhu ruang pembakaran mesin jet dapat mencapai sekitar 1.400 hingga 2.000 derajat Celsius. Kondisi tersebut dapat membuat kandungan silika dalam abu vulkanik yang memiliki titik leleh sekitar 1.100 derajat Celsius menjadi meleleh.
Abu yang meleleh kemudian mengalir dan membeku kembali menjadi kerak kaca ketika melewati bagian turbin yang lebih dingin. Penumpukan kerak tersebut dapat mengganggu aliran udara dan kerja turbin, bahkan berpotensi menyebabkan mesin kehilangan pembakaran atau flameout.
Selain kerusakan pada mesin, abu vulkanik juga dapat mengganggu sistem navigasi dan kelistrikan pesawat.
Gesekan partikel abu dapat menimbulkan muatan listrik statis yang memicu fenomena St. Elmo's Fire pada kaca kokpit serta mengganggu komunikasi radio.
Kandungan asam yang menempel pada abu vulkanik juga berpotensi menyebabkan korosi pada sejumlah komponen elektronik sensitif serta mencemari sistem pengondisian udara kabin.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) turut menjelaskan bahwa abu vulkanik merupakan material sangat halus yang dapat terbawa angin hingga jarak cukup jauh.
Selain berdampak terhadap kualitas udara, kesehatan dan lingkungan, abu vulkanik juga dapat mengganggu sektor transportasi, khususnya penerbangan.
Dalam unggahan di Instagram pada Minggu (6/9/2026), BMKG menyebut abu vulkanik bahkan dapat menyebabkan mesin pesawat mati.
"Abu vulkanik mengandung serpihan kaca dan batuan tajam. Jika terhisap masuk ke mesin pesawat yang sangat panas, abu akan meleleh dan menyumbat mesin hingga mati," tulis BMKG.
Abu vulkanik juga dapat mengurangi jarak pandang pilot. Partikel yang bergesekan dengan kaca kokpit dapat mengikis permukaan kaca seperti amplas hingga menjadi buram.
Selain itu, abu vulkanik berpotensi menyumbat sensor kecepatan dan ketinggian pesawat. Kondisi tersebut dapat mengganggu akurasi informasi yang dibutuhkan pilot selama penerbangan.
Karena berbagai risiko tersebut, penghentian sementara operasional penerbangan di wilayah yang terdampak abu vulkanik menjadi salah satu langkah untuk menjaga keselamatan penerbangan. (*)
Next News

Kecelakaan Tunggal di Jalan Imam Bonjol Sampang, Pengendara Vario Meninggal Dunia
20 hours ago

Catut Nama untuk Minta Uang ke Sekolah, PWI Sampang Akan Laporkan Oknum Pers
20 hours ago

2 SPBU di Sampang Disanksi Pertamina, Diduga Jual BBM Tak Sesuai Ketentuan
20 hours ago

Peduli Keamanan dan Keselamatan, HCML Gelar Simulasi Krisis di GMS Pasuruan
20 hours ago

Dilanda Kekeringan, Pemkab Sampang Gelar Salat Istisqa di Alun-alun Trunojoyo
16 hours ago

Dugaan Penipuan Berkedok Imam Mahdi di Bangkalan Dilaporkan ke Polisi
2 days ago

Polisi Gerebek Lokasi Sabung Ayam di Sampang, Tegaskan Zero Tolerance Judi
2 days ago

Pimpin Apel Hari Santri 2026, Ketua PCNU Sampang Tekankan Pentingnya Persatuan
2 days ago

Peringati Hari Santri, PCNU Sampang Salurkan Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan
2 days ago

Proyek Jalan Madupat–Omben Rp3,9 Miliar Disoal, Warga Klaim Lahan Dipakai Tanpa Izin
3 days ago
