Warga Pulau Mandangin Keluhkan Harga LPG 3 Kg Tembus Rp30 Ribu, Pemerintah Lakukan Investigasi
Ach. Mukrim - Tuesday, 14 April 2026 | 06:04 AM


salsabilafm.com - Warga Desa Pulau Mandangin, Kecamatan/Kabupaten Sampang mengeluhkan kelangkaan gas LPG 3 kilogram yang sudah berlangsung beberapa minggu ini. Selain sulit didapatkan, harga gas melon tersebut pun kini melonjak tajam hingga tembus Rp30 ribu per tabung.
"Sudah beberapa minggu gas langka di desa kami, kalau pun ada harganya pasti naik bisa sampai Rp30 ribu. Awalnya naik Rp 23ribu, malah sekarang naik lagi," ujar Mutaminnah, 45 tahun, warga dusun Candin, Desa Pulau Mandangin kepada salsabilafm.com, Selasa (14/4/2026).
Romdonah, salah satu pengecer gas melon di Pulau Mandangin mengaku kenaikan dan kelengkaann LPG 3 Kg disebabkan adanya kenaikan ongkos transportasi dari Sampang kota ke kepulauan.
"Saya beli di Sampang harga Rp19 ribu, ditambah ongkos perahu ke pulau Rp1.500 per tabung. Kemudian ongkos becak dari pelabuhan ke toko Rp 1000 per tabung. Makanya harganya dinaikkan," tuturnya.
Menurut dia, jika LPG 3Kg dijual dengan harga Rp23 ribu, maka tidak menguntungkan penjual, malah menambah beban biaya. Apalagi, lanjut dia, saat ini pembelian dengan jumlah banyak tidak bisa dengan alasan belum diketahui secara pasti.
"Beberapa hari ini saya pesan ke pangkalan atau agen yang ada di Sampang kota, hanya diberi sedikit, bahkan tidak langsung dikirim ke Pulau dengan alasan stok kosong," bebernya.
Romdonah mengaku tidak mengetahui aturan kenaikan harga LPG 3 kg yang sudah tembus Rp30 ribu. Namun, sebagian besar penjual di Pulau Mandangin menaikan harga atas kehendak sendiri, karena kelangkaan barang.
"Ya, infonya naik sampai Rp30 ribu. Kalau stok di toko saya banyak. Kemungkinan dijual pastinya ikut harga itu (Rp 30 ribu)," ujarnya.
Tak hanya gas melon, warga Pulau Mandangin juga mengeluhkan kelangkaan BBM. Meskipun pemerintah pusat memastikan stok BBM aman dan harga tidak naik.
"Kenapa di bawah terjadi hal semacam ini, harga gas tabung LPG 3kg dan pertalite mahal dan langka. Saya curiga ada penimbunan di tengkulak atau pangkalan gas LPG," ucap Faiq, warga dusun Kramat, desa Pulau Mandangin.
Dia berharap kondisi ini tidak sampai berlarut-larut. Sebab, LPG dan BBM subsidi menjadi kebutuhan pokok masyarakat kepulauan, meskipun harganya tidak sama dengan di daratan.
"Kalau minuman kemasan botol di Sampang dijual Rp3 ribu, maka di sini dijual Rp5 ribu. Untuk LPG 3Kg ini, kami berharap pemerintah daerah dan legislatif cepat kroscek ke bawah untuk memastikan apakah stok memang habis atau hanya permainan pangkalan," tegas dia.
Pemkab Turunkan Tim Investigasi
Analis Kebijakan Muda Bagian Perekonomian dan SDA Setkab Sampang, Abdi Barri, mengaku telah menerima informasi kenaikan harga LPG 3 Kg di Pulau Mandangin, dan segera menindaklanjutinya. Pihaknya telah menurunkan tim ke lapangan untuk melakukan investigasi guna memastikan penyebab kelangkaan serta dugaan adanya penjualan di atas harga eceran tertinggi (HET).
Untuk itu, Barri meminta tim dan masyarakat untuk menyertakan bukti berupa video sebagai bahan pendukung laporan yang akan diteruskan kepada Pertamina Patra Niaga.
"Kami sudah mendapatkan informasi terkait hal itu dan menurunkan tim ke sana untuk melakukan investigasi. Kami juga meminta bukti berupa video agar bisa menjadi dasar laporan yang akan diteruskan ke Pertamina Patra Niaga untuk ditindaklanjuti," ujarnya.
Barri menegaskan, apabila dalam pemeriksaan ditemukan pelanggaran, seperti penjualan di atas HET atau penyimpangan distribusi di tingkat pangkalan, maka akan diberikan sanksi sesuai ketentuan, mulai dari surat peringatan hingga pencabutan izin usaha pangkalan.
"Di sana itu ada tiga pangkalan sesuai data dari websitenya Pertamina. Nanti kita data dulu apa yang menjadi penyebabnya dan kita telusuri kebenarannya. Kalau memang ada yang bermain di atas HET, kami akan tindaklanjuti," tegasnya.
Pihaknya saat ini masih melakukan pengecekan terhadap kondisi di lapangan, termasuk kemungkinan kendala distribusi dan ketersediaan stok di agen maupun pangkalan LPG. Pemerintah daerah, lanjutnya, juga menunggu hasil koordinasi dan informasi dari tim yang sedang melakukan penelusuran di wilayah Mandangin.
Selain itu, dia mengakui keterbatasan personel menjadi salah satu tantangan dalam proses pengawasan, sehingga diperlukan partisipasi masyarakat untuk melaporkan apabila ditemukan kejanggalan dalam distribusi maupun harga LPG di lapangan.
"Kami sangat terbantu dengan laporan masyarakat karena keterbatasan personel. Kami berharap masyarakat ikut mengawasi dan melaporkan jika ada penjualan di atas HET," pungkasnya. (*)
Next News

Kemenhaj Bangkalan Pastikan Jamaah Calon Haji Aman Selama Ibadah
5 hours ago

Pelajar SMK Tersengat Listrik di Depan Sekolah, PLN Sebut Sumber dari PJU Ilegal
11 hours ago

Prabowo Bertemu Putin di Kremlin, Sepakati Kerja Sama Energi hingga Investasi
11 hours ago

Ketegangan di Timur Tengah Kembali Meningkat, Harga Minyak Tembus US$100 per Barel
11 hours ago

Warga di Sampang Keluhkan Jalan Poros Desa Rusak Parah, Kades: DD Alami Pemangkasan
a day ago

Pasca Ambruk, SDN Pangilen Terpaksa Lakukan KBM di Luar Kelas
a day ago

Belasan CJH Sumenep Batal Berangkat Haji, Kondisi Kesehatan Jadi Faktor Utama
a day ago

Harga Minyak Goreng Curah di Sumenep Melonjak, Ini Penyebabnya
a day ago

Diserempet Dump Truk, Lansia 67 Tahun di Pamekasan Meninggal Dunia
a day ago

Harga Plastik Melonjak, Pengusaha Jasa Laundry di Bangkalan Lakukan Penyesuaian Harga
a day ago




