Selasa, 14 April 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Ketegangan di Timur Tengah Kembali Meningkat, Harga Minyak Tembus US$100 per Barel

Redaksi - Tuesday, 14 April 2026 | 05:57 AM

Background
Ketegangan di Timur Tengah Kembali Meningkat, Harga Minyak Tembus US$100 per Barel
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. ( Istimewa/)

salsabilafm.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan militernya mulai memblokade kapal-kapal yang meninggalkan pelabuhan Iran pada Senin (13/4/2026) waktu setempat. Langkah ini menandai eskalasi baru dalam konflik dengan Teheran setelah perundingan damai gagal mencapai kesepakatan.


Melansir CNBC Indonesia, dalam pernyataannya di Gedung Putih, Trump menegaskan, Iran telah menghubungi Washington untuk membuka kembali negosiasi. Namun, dia menolak segala bentuk kompromi yang memungkinkan Teheran memiliki senjata nuklir.


"Iran tidak akan memiliki senjata nuklir. Kita tidak bisa membiarkan suatu negara mengancam dunia," ujar Trump, seperti dikutip Reuters, Selasa (14/4/2026).




Komando Pusat militer AS menyebut blokade akan diberlakukan secara imparsial terhadap seluruh kapal yang keluar-masuk pelabuhan Iran di kawasan Teluk dan Teluk Oman. Meski demikian, jalur transit netral menuju negara non-Iran disebut tetap dibuka.


Di tengah meningkatnya ketegangan, harga minyak dunia melonjak kembali hingga menembus US$100 per barel. Kenaikan ini mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap potensi terganggunya pasokan global, terutama di jalur strategis Selat Hormuz yang dilalui sekitar seperlima distribusi minyak dunia.




Seorang pejabat AS mengungkapkan komunikasi dengan Iran masih berlangsung dan menunjukkan adanya kemajuan menuju kesepakatan. Upaya diplomatik juga disampaikan oleh Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif yang terus mendorong deeskalasi konflik.


Namun di lapangan, situasi justru semakin memanas. Trump memperingatkan bahwa kapal Iran maupun kapal yang membayar biaya kepada Teheran untuk melintas akan diblokir. Dia bahkan menegaskan kapal "serangan cepat" Iran yang mendekati area blokade berpotensi dihancurkan.


Dari pihak Iran, Brigadir Jenderal Reza Talaei-Nik memperingatkan, intervensi militer asing di kawasan tersebut dapat memperparah krisis dan mengganggu stabilitas energi global. Iran juga menyebut langkah AS sebagai bentuk "pembajakan".




Sementara itu, dua kapal tanker terkait Iran dilaporkan berhasil meninggalkan selat sebelum blokade diberlakukan. Meski demikian, ancaman balasan dari Teheran meningkat, termasuk peringatan bahwa pelabuhan negara-negara Teluk tidak akan aman jika Iran diserang.


Gencatan senjata yang sebelumnya menghentikan serangan udara AS dan Israel kini berada di ujung tanduk, dengan masa berlaku tersisa sekitar satu minggu. Washington menyebut Iran menolak tuntutan dalam pembicaraan terbaru, yang menjadi kontak tingkat tinggi pertama sejak Revolusi Islam Iran 1979.




Sekutu NATO seperti Inggris dan Prancis memilih tidak terlibat dalam blokade, dan menekankan pentingnya menjaga jalur pelayaran tetap terbuka. Di sisi lain, konflik juga meluas ke kawasan lain, termasuk serangan Israel ke Lebanon yang diklaim menargetkan kelompok Hizbullah.


Di tengah tekanan domestik akibat perang dan lonjakan harga energi, Trump sebelumnya menghentikan kampanye pengeboman besar-besaran. Meski demikian, dia tetap mengklaim keberhasilan, walaupun target utama seperti penghentian program nuklir Iran belum sepenuhnya tercapai. (*)