Senin, 27 Juli 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Warga Ancam Lapor Polisi Jika Masalah Air PDAM Sampang Tak Kunjung Tuntas

Syabilur Rosyad - Monday, 27 July 2026 | 06:58 AM

Background
Warga Ancam Lapor Polisi Jika Masalah Air PDAM Sampang Tak Kunjung Tuntas
Warga mengeluh soal pelayanan distribusi air PDAM, Senin (26/7/2026).

salsabilafm.com – Warga Desa Baruh, Kecamatan/Kabupaten Sampang, mengancam akan melaporkan permasalahan distribusi air bersih PDAM Trunojoyo ke Polres Sampang apabila pelayanan tidak segera diperbaiki. Pernyataan itu disampaikan usai Komisi II DPRD Kabupaten Sampang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pada Senin (27/7/2026).


Ikrimah, warga desa Baruh, meminta Komisi II DPRD Sampang segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan yang telah lama dikeluhkan masyarakat.


"Pokoknya kalau DPRD ini tidak bisa mengatasi keluhan kami, kami akan melaporkan sendiri permasalahan ini ke Polres Sampang," ujarnya kepada salsabilafm.com.




Menurut Ikrimah, puluhan warga Desa Baruh telah mengalami kesulitan memperoleh pasokan air bersih selama kurang lebih lima tahun terakhir. Bahkan, warga kerap harus menggunakan pompa air agar aliran dapat masuk ke rumah, itu pun hanya pada waktu-waktu tertentu.


"Dalam lima tahun terakhir, air sulit mengalir. Kadang kami harus memompa pakai sanyo agar air bisa mengalir, itupun tengah malam," jelasnya.




Dia mengaku heran lantaran aliran air mendadak deras saat anggota DPRD melakukan sidak. Kondisi tersebut berbeda dengan situasi yang selama ini dialami warga.


"Kayak direkayasa saja. Kok tiba-tiba langsung deras sekali, padahal sudah berbulan-bulan tidak begitu," ungkapnya.


Ikrimah berharap persoalan distribusi air bersih segera diselesaikan agar warga tidak lagi kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.




"Pokoknya tolonglah cepat diatasi. Kami mau salat susah, mau kerja, mau masak juga susah. Jadi tolong segera diatasi masalah ini," tuturnya.


Sementara itu, Direktur PDAM Trunojoyo Sampang, Amin Arif Tirtana, menjelaskan, pihaknya telah mengidentifikasi penyebab gangguan distribusi air sejak sekitar dua bulan lalu. Menurutnya, ditemukan sejumlah titik kebocoran yang diduga berasal dari sambungan air ilegal.




"Sebenarnya kami sudah menemukan permasalahannya sejak dua bulan lalu. Yaitu ada kebocoran atau sambungan air ilegal di beberapa titik," katanya saat dihubungi.


Amin mengungkapkan, PDAM telah beberapa kali menutup sambungan tersebut. Namun, beberapa hari kemudian saluran kembali dibuka oleh pihak yang tidak bertanggung jawab sehingga mengganggu distribusi air ke pelanggan.


"Nah, kan tidak mungkin kami berjaga di sana setiap malam. Makanya kami berjanji akan menutup saluran bocor itu lagi, tapi kami juga berharap warga ikut menjaga agar tidak dibuka kembali," pungkas Amin. (Syad)