Belasan CJH Sumenep Batal Berangkat Haji, Kondisi Kesehatan Jadi Faktor Utama
Redaksi - Monday, 13 April 2026 | 05:56 AM


salsabilafm.com - Belasan calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dipastikan gagal berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 2026. Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumenep, Ahmad Halimy menyampaikan, hingga Senin (13/4/2026), tercatat sebanyak 15 CJH batal berangkat.
"Per hari ini, itu jumlah CJH yang dinyatakan gagal ke Tanah Suci Mekkah," kata Halimy, Senin (13/4/2026).
Dari jumlah tersebut, lanjut Halimy, lima orang dipastikan batal karena meninggal dunia sebelum keberangkatan. Sementara sisanya disebabkan berbagai faktor, mulai dari kondisi kesehatan hingga persoalan keluarga.
"Ada yang sakit, ada yang suaminya meninggal, dan ada juga karena penggabungan jemaah," terangnya.
Halimy menjelaskan, kondisi kesehatan menjadi salah satu faktor utama yang membuat CJH tidak bisa melanjutkan proses keberangkatan.
Selain itu, perubahan status dalam keluarga, seperti pasangan yang meninggal dunia, juga turut memengaruhi keberangkatan jemaah.
Menurut dia, jumlah CJH yang gagal berangkat masih berpotensi bertambah. Sebab, kondisi seperti sakit maupun meninggal dunia tidak bisa diprediksi.
"Jumlahnya masih bisa bertambah. Karena sakit dan meninggal itu tidak bisa diprediksi," ucap Halimy.
Kemenhaj Sumenep mengimbau para CJH untuk menjaga kondisi kesehatan menjelang keberangkatan. Jemaah juga diminta rutin memeriksakan diri agar tetap dalam kondisi fit saat menjalankan rangkaian ibadah haji.
Sebelumnya, sebanyak 800 lebih Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, masuk kategori risiko tinggi (risti) pada musim haji 2026.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes P2KB Sumenep, Achmad Syamsuri, membenarkan bahwa mayoritas CJH memang tergolong risiko tinggi (risti).
"Sekitar 60 persen memang masuk risti," kata dia, Jumat (3/4/2026). Syamsuri merinci, total CJH asal Sumenep tahun ini tercatat sebanyak 1.343 orang.
Dengan persentase tersebut, sekitar 805 jemaah masuk kategori risiko tinggi. Kategori risti, jelas Syamsuri, mencakup jemaah lanjut usia (lansia), serta mereka yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung.
"Kelompok ini jadi perhatian khusus, karena memiliki potensi gangguan kesehatan selama menjalankan ibadah haji," pungkasnya. (*)
Next News

MK Putuskan Sisa Kuota Internet Tak Boleh Hangus
14 hours ago

DLH Sumenep Perketat Pengawasan Pengelolaan Limbah 108 Dapur MBG
15 hours ago

Dukung UMKM Naik Kelas, Pertamina Patra Niaga Unjuk Gigi di Malang City Expo 2026
16 hours ago

Angka Kematian Ibu dan Bayi di Sampang Tinggi, Dinkes Perkuat Upaya Pencegahan
16 hours ago

Petani Garam di Sampang Tak Kebagian Program Segar KKP
16 hours ago

Update Harga BBM Pertamina, Cek Pertamax hingga Pertalite Hari Ini
2 days ago

Dishub Sampang Targetkan Proyek PJU Pokir DPRD Rp15 Miliar Dikerjakan Awal Agustus
2 days ago

Polisi Tangkap Oknum Dokter IGD RSUD Sampang dan Juru Parkir, Diduga Konsumsi Sabu
2 days ago

Kemenhaj Bangkalan Mulai Verifikasi Ratusan Calon Jamaah Haji 2027
2 days ago

HAN 2026, Disdik Sampang Dorong Penguatan Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak
2 days ago





