Pelajar SMK Tersengat Listrik di Depan Sekolah, PLN Sebut Sumber dari PJU Ilegal
Ach. Mukrim - Tuesday, 14 April 2026 | 06:02 AM


salsabilafm.com - Insiden pelajar SMK yang tersengat arus listrik di depan SD Al-Madani, Jalan Selong Permai, Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Sampang, diduga dipicu instalasi lampu jalan tanpa pengaman di area gardu listrik.
Korban, Rafi, siswa kelas 10 SMKN 2 Sampang, tersetrum saat memarkir sepeda motor di dekat gardu listrik yang berada di depan sekolah. Berdasarkan keterangan saksi, kendaraan korban menyentuh tali penyangga gardu yang diduga bersentuhan dengan kabel terbuka di bagian atas.
Menanggapi insiden tersebut, Manajer PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Sampang, Makhfud Rasidi, menyatakan, pihaknya telah menindaklanjuti laporan dengan melakukan pengecekan lapangan.
Menurutnya, sumber arus yang memicu kejadian diduga bukan berasal dari jaringan inti gardu PLN, melainkan dari PJU/KJU, yakni jaringan lampu penerangan jalan atau lingkungan yang dipasang di kawasan warga.
"Kalau gardu atau jaringan resmi PLN sebenarnya sudah ada proteksi. Namun, kalau itu PJU atau KJU yang dibuat secara ilegal, biasanya tidak ada proteksi," ujarnya.
Dia menegaskan, jaringan resmi PLN di area gardu wajib melalui koordinasi dan memenuhi standar keselamatan. Sementara itu, sambungan tambahan yang dipasang tanpa prosedur resmi berisiko membahayakan warga.
"Kalau resmi biasanya selalu ada koordinasi. Kalau yang ilegal, hampir tidak ada koordinasi," tegasnya.
Makhfud juga membenarkan korban tersengat listrik dari besi spander tiang yang berlokasi di Jalan Selong Permai. Besi spander tersebut digunakan sebagai penyangga tiang.
"Namun, ada sambungan kabel jaringan untuk pelanggan yang tertarik instalasi penerangan jalan umum (PJU) ilegal sehingga menyebabkan sengatan listrik," katanya.
Mahfud berjanji akan memberikan imbauan di lokasi tersebut agar tidak ada lagi pemasangan PJU secara ilegal. Dia menegaskan, pemasangan PJU harus dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah kabupaten (pemkab).
"Sekarang sudah diperbaiki semuanya agar tidak menyetrum lagi," ucapnya.
Humas dan Marketing Rumah Sakit Muhammad Zayn (RSMZ) Sampang Amin Jakfar Sadik membenarkan korban sengatan listrik saat ini masih dirawat di rumah sakit milik pemkab tersebut. Korban dievakuasi ke lembaganya setelah menerima informasi dari warga.
"Sekarang kondisi korban sudah membaik," ulasnya.
Di sisi lain, Ketua RT 3 RW 09 Selong Permai, Sugiarto, yang juga merupakan saksi mata, menyebut pihak PLN telah memberikan kompensasi kepada korban untuk membantu biaya perawatan.
"Pasien ada kompensasi dari PLN, membantu meringankan beban keluarga," ujarnya.
Sebelumnya, korban sempat tidak sadarkan diri setelah sepeda motor yang diparkir menyentuh tali penyangga gardu. Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka bakar di bagian kaki dan masih menjalani observasi medis.
Rafi juga dilaporkan tidak sadarkan diri selama sekitar lima menit pascakejadian. Pihak setempat kemudian segera menghubungi ambulans RSMZ Sampang agar korban mendapatkan pertolongan.
"Sekarang korban masih dirawat di RSUD Sampang," ungkapnya.
Dia menambahkan, pihaknya telah menghubungi PLN agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi, dengan meminta peningkatan pengamanan instalasi listrik
"Penyambungan kabel harus lebih rapi agar tidak menimbulkan bahaya bagi masyarakat sekitar," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

Hanya Dihadiri 16 Anggota, Paripurna DPRD Sampang Kembali Ditunda
19 hours ago

Gara-gara Minta Uang, Pria di Sampang Diduga Pukul Ibu hingga Bakar Rumah
a day ago

Nahas! Pickup Tabrak Fuso Saat Diduga Menyalip, Tangan Pengemudi di Sampang Putus
a day ago

Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sungai Bangkalan
a day ago

Dapur Rumah Warga Kowel Terbakar, Api Merembet hingga Separuh Bangunan Rumah
2 days ago

Demo Kejari Sampang, Massa Desak Kasus BLUD RSMZ Segera Dituntaskan
2 days ago

Kecelakaan Dua Motor di Omben Sampang, Satu Pengendara Meninggal Dunia
3 days ago

Wagub Emil Tegaskan Tak Ada Keracunan MBG
3 days ago

500 Santri Keracunan MBG, Bupati Sidoarjo Sebut 31 SPPG Tak Berizin
3 days ago

Update Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo: 500 Pasien Ditangani di 8 Rumah Sakit
3 days ago



