Kamis, 15 Januari 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Gagal Penuhi Target PAD 2025, Disporabudpar Sampang Evaluasi Piutang Sewa Fasilitas

Ach. Mukrim - Thursday, 15 January 2026 | 09:39 AM

Background
Gagal Penuhi Target PAD 2025, Disporabudpar Sampang Evaluasi Piutang Sewa Fasilitas
Pemain basket latihan di Lapangan Sampang Sport Center (SSC). (Mukrim/Salsa/)


salsabilafm.com - Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Sampang akan mengevaluasi sistem pengelolaan pendapatan daerah. Langkah ini diambil menyusul kegagalan instansi tersebut dalam mencapai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun anggaran 2025.


Kepala Bidang (Kabid) Pemuda Olahraga Disporabudpar Sampang, Isma Ulfa mengatakan, raihan PAD sepanjang tahun 2025 sebesar Rp261 juta. Angka tersebut terpaut Rp 39 juta dari target utama yang dipatok sebesar Rp 300 juta. Menurutnya, tidak tercapainya target ini menambah catatan panjang rapor merah instansinya dalam memenuhi kewajiban setoran kas daerah


Isma mengungkapkan, salah satu faktor yang menghambat pencapaian tersebut adalah masalah piutang. Dia menyebutkan terdapat tunggakan sewa fasilitas olahraga dari pihak ketiga yang mencapai angka belasan juta rupiah.


"Penyewa tidak tertib dalam memenuhi kewajiban pembayaran. Nominal tunggakannya cukup signifikan, mencapai belasan juta rupiah," kata Isma. 


Kebocoran potensi pendapatan ini, kata dia, tidak berdiri sendiri. Dia mengidentifikasi beberapa faktor teknis lainnya, seperti kondisi fasilitas yang dinilai kurang memadai sehingga kurang daya saing, serta beberapa sarana seperti lapangan sepak bola yang baru saja beroperasi sehingga belum maksimal dalam menyumbang retribusi.


Selain itu, dia juga menyoroti beban target yang dianggap terlalu tinggi jika dibandingkan dengan ketersediaan fasilitas yang ada saat ini. Sejauh ini, Disporabudpar hanya mengandalkan dua kantong pendapatan utama, yaitu sektor retribusi pemanfaatan fasilitas olahraga dan pengelolaan Hotel Camplong.


Menindaklanjuti kegagalan tersebut, pihaknya berkomitmen untuk lebih tegas dalam urusan administrasi di tahun 2026. Langkah penagihan aktif kepada para penyewa yang menunggak akan menjadi prioritas utama.


"Kami juga rutin melakukan pemeliharaan dan perbaikan fasilitas. Tujuannya jelas, agar pengguna merasa lebih nyaman sehingga frekuensi penyewaan meningkat, yang pada akhirnya akan mendongkrak capaian PAD kita," pungkas Isma. (Mukrim)