Jumat, 13 Maret 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

BMKG: Sampang Masuk Wilayah Berpotensi Angin Kencang Hingga 20 Januari

Ach. Mukrim - Tuesday, 13 January 2026 | 07:31 AM

Background
 BMKG: Sampang Masuk Wilayah Berpotensi Angin Kencang Hingga 20 Januari
Ilustrasi awan tebal berpotensi cuaca ekstrem. (Mukrim/Salsa/)

salsabilafm.com - Masyarakat Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, diminta untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra dalam sepuluh hari ke depan. Berdasarkan rilis terbaru dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda, wilayah Sampang masuk dalam daftar daerah yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem dan angin kencang untuk periode 11 hingga 20 Januari 2026.


Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang, Mohammad Hozin, mengatakan, saat ini wilayah Jawa Timur telah memasuki puncak musim hujan. Kondisi ini memicu potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, hingga angin kencang yang dapat terjadi sewaktu-waktu.


"Berdasarkan prakiraan cuaca terbaru per 12 Januari, Sampang masuk dalam daftar wilayah peringatan dini angin kencang. Kami meminta masyarakat waspada, terutama terhadap potensi hujan lebat yang turun mendadak," ujar Hozin pada Selasa (13/1/2026).




Hozin menjelaskan, kondisi atmosfer saat ini dalam keadaan sangat labil. Hal ini dipicu oleh aktifnya Monsun Asia serta suhu muka laut yang cukup signifikan di sekitar Selat Madura. Fenomena ini diperparah dengan adanya gangguan gelombang atmosfer Madden-Julian Oscillation (MJO) yang melintasi wilayah Jawa Timur.


"Kombinasi fenomena ini menimbulkan tumbuhnya awan konvektif yang memicu petir dan angin kencang," tambahnya.




Guna meminimalisir risiko jatuhnya korban maupun kerusakan material, Hozin menghimbau, saat terjadi hujan, warga diminta untuk menjauhi pohon besar, papan reklame, atau bangunan yang rapuh karena rawan roboh akibat angin kencang.


Dia meminta warga yang berada di daerah rawan banjir, untuk rutin memantau debit air jika hujan turun dengan durasi lama, termasuk nelayan dan masyarakat pesisir agar memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut demi menghindari gelombang tinggi dan petir.


Pihaknya juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya (hoaks). Warga diharapkan selalu merujuk pada informasi resmi melalui kanal BMKG Juanda atau koordinasi langsung dengan pihak Pemerintah Kabupaten Sampang.




"Kami di BPBD terus bersiaga dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengantisipasi segala kemungkinan di lapangan," pungkasnya. (Mukrim)