Kamis, 15 Januari 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Warga Keluhkan Sarang Tawon di PJU Jalan Raya Taddan, Dishub Sampang Segera Ambil Tindakan

Ach. Mukrim - Thursday, 15 January 2026 | 09:37 AM

Background
Warga Keluhkan Sarang Tawon di PJU Jalan Raya Taddan, Dishub Sampang Segera Ambil Tindakan
Sarang tawon di PJU (Kiriman Warga/)

salsabilafm.com - Keberadaan sarang tawon berukuran besar pada lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di Jalan Raya Taddan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, memicu keresahan warga. Sarang yang menggantung di fasilitas publik tersebut dinilai mengancam keselamatan pengguna jalan serta mengganggu fungsi pencahayaan di jalur nasional tersebut.


Abd Walid, warga setempat, menyampaikan, posisi sarang tawon tersebut berada tepat di atas jalur lalu lintas yang padat kendaraan. Dia mengkhawatirkan getaran dari kendaraan besar atau angin kencang dapat membuat sarang tersebut jatuh dan memicu serangan tawon terhadap pengendara yang melintas.


Selain faktor keamanan, Walid juga mengeluhkan redupnya cahaya lampu PJU di titik tersebut karena tertutup material sarang, sehingga pencahayaan di jalur Taddan menjadi tidak optimal.


"Kami was-was setiap lewat, takut sarangnya jatuh atau tawonnya menyerang karena terganggu cahaya lampu saat malam hari," ungkapnya, Kamis (15/1/2026).


Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Perhubungan Darat Dishub Sampang, Khotibul Umam, menegaskan, institusinya tidak akan membiarkan gangguan alam tersebut berlarut-larut. Pihaknya segera menjadwalkan peninjauan lapangan untuk menentukan metode eksekusi yang paling efektif.


"Kami pastikan tidak akan dibiarkan karena sangat membahayakan pengguna jalan. Jika jatuh, dampaknya bisa fatal. Kami sudah jadwalkan, insyaallah minggu ini tim akan bergerak ke lokasi di Jalan Raya Taddan," tegas Umam.


Umam menjelaskan, saat ini Dishub menghadapi kendala teknis berupa keterbatasan Alat Pelindung Diri (APD) khusus penanganan serangga dan armada perbaikan. Saat ini, Dishub hanya mengandalkan satu unit kendaraan operasional karena unit lainnya masih dalam masa perbaikan.


"Kami harus berbagi tugas karena unit armada terbatas. Selain penanganan di Taddan, tim juga fokus memperbaiki kerusakan PJU di wilayah lain seperti Banyuates yang terdampak cuaca ekstrem. Namun, prioritas kami tetap keselamatan warga," jelasnya.


Menurut dia, jika tingkat risiko di lapangan melampaui kapasitas peralatan Dishub, pihaknya akan segera berkoordinasi lintas instansi dengan mengerahkan personel Pemadam Kebakaran (Damkar).


"Jika APD kami tidak memadai untuk mengeksekusi langsung, kami akan meminta bantuan personel Damkar yang peralatannya lebih lengkap. Intinya, setiap hambatan fisik pada fasilitas perhubungan akan kami tuntaskan secepat mungkin demi kenyamanan publik," pungkas dia. (Mukrim).