Senin, 9 Maret 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Mesin Garam Berusia 56 Tahun Masih Beroperasi di Sampang, Menko Zulhas: Mobil Saja Sudah Rusak

Ach. Mukrim - Monday, 09 March 2026 | 09:20 AM

Background
 Mesin Garam Berusia 56 Tahun Masih Beroperasi di Sampang, Menko Zulhas: Mobil Saja Sudah Rusak
Menko Zulhas saat meninjau Pabrik Garam di Sampang. (Mukrim/Salsa/)

salsabilafm.com - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memantau kondisi mesin pengolahan garam industri yang telah beroperasi sejak tahun 1970 di Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Minggu (8/3/2026) siang kemarin. 


Zulhas menyoroti kondisi mesin produksi milik PT Garam yang diketahui telah beroperasi sejak tahun 1970. Menurutnya, mesin berusia 56 tahun tersebut sudah tidak ideal untuk menunjang produktivitas nasional.


"Mobil saja kalau sudah tahun 1970 sudah rusak. Di sini kok masih jalan? Saya tadi heran," ujar Zulhas di sela kunjungannya sembari mengenakan rompi dan helm keselamatan.




Mantan Menteri Perdagangan ini menilai peremajaan infrastruktur sudah tidak bisa ditawar lagi. Dia memandang mesin yang uzur menjadi beban bagi efisiensi perusahaan karena biaya operasional yang tinggi namun menghasilkan output yang rendah.


Menurutnya, kunjungan ini merupakan bagian dari langkah pemerintah untuk memastikan kesiapan infrastruktur guna memutus ketergantungan impor. Zulhas menegaskan, pemerintah menargetkan Indonesia sudah bisa melakukan swasembada garam industri pada tahun 2027.




"Saya ke sini untuk memastikan kondisi gudang dan mesin. Target kita 2027 selesai (kemandirian garam)," tegasnya.


Zulhas tak menampik, target penghentian impor sebenarnya diharapkan sudah terealisasi pada 2024 lalu. Namun, karena ketersediaan stok domestik yang belum mencukupi kebutuhan industri, pemerintah kini mengambil langkah akselerasi.


Selain meremajakan mesin-mesin tua, pemerintah berencana mempercepat pembangunan pabrik garam industri baru di sejumlah titik strategis, di antaranya Madura, Gresik, hingga Rote.




"Langkah ini diambil agar kita tidak lagi bergantung pada impor dan bisa segera mandiri," pungkasnya. (Mukrim)