Kamis, 15 Januari 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Bocah Asal Pasuruan Kabur dari Rumah Singgah Bangkalan, Diduga Curi Kotak Amal

Redaksi - Thursday, 15 January 2026 | 06:24 AM

Background
Bocah Asal Pasuruan Kabur dari Rumah Singgah Bangkalan, Diduga Curi Kotak Amal
Anai jalanan (Anjal) saat diamankan satpol PP ( Istimewa/)


salsabilafm.com  - Seorang bocah berusia 13 tahun asal Pasuruan diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur pada Selasa (13/1/2026). Sebab, bocah itu diduga kedapatan mencuri kotak amal di Kantor PCNU Kecamatan Labang. Namun, saat dibawa ke rumah singgah pada tadi malam, bocah tersebut justru kabur. 


Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Trantibum) Satpol PP Kabupaten Bangkalan, Ariek Moein mengatakan, sebelum bocah itu diamankan oleh petugas, warga setempat terlebih dahulu mengamankan si bocah usai melakukan pencurian kotak amal. 


Usia pelaku yang masih di bawah umur, membuat warga dan Kepolisian setempat menyerahkan bocah itu ke Satpol PP. Petugas lalu mendatangi lokasi tersebut untuk mengamankan bocah itu.


"Kami langsung ke sana dan mengamankan anak tersebut," ujar Ariek Moein, Rabu (14/1/2026).


Setelah diamankan, anak tersebut mengaku berasal dari Pasuruan dan berangkat seorang diri ke Bangkalan. Meski begitu, dia tak mengetahui secara pasti kebenaran dari keterangan bocah itu.


"Anak itu berinisial IR usia 13 tahun asal Pasuruan," katanya. Usai didata, pihaknya menyerahkan bocah itu ke Dinas Sosial (Dinsos) Bangkalan untuk diberikan pembinaan lanjutan. Rencananya, setelah diberikan pembinaan, anak tersebut akan dipulangkan ke kota asalnya.


"Kemarin setelah kami amankan, langsung kami serahkan ke Dinsos untuk diberi pembinaan lebih lanjut," ujar Ariek.


Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial, Dinsos Bangkalan, Abdus Sjahid mengatakan, setelah menerima limpahan itu, IR dibawa ke rumah singgah untuk diberikan pembinaan. "Namun, anak tersebut kabur melalui pintu yang memang sudah rusak," kata Abdus. 


Hingga kini, petugas belum mengetahui tempat bocah itu kabur dan bersembunyi. (*)