Pulau Raas Sumenep Terisolir Akibat Cuaca Buruk, Pasokan Logistik Terganggu
Redaksi - Thursday, 15 January 2026 | 07:22 AM


salsabilafm.com - Warga di Kecamatan Pulau Raas, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mulai terisolasi akibat cuaca buruk yang terjadi di wilayah perairan Sumenep. Dalam beberapa pekan terakhir, gelombang tinggi disertai angin kencang membuat aktivitas pelayaran terganggu, sehingga distribusi logistik menuju pulau itu terganggu.
Seorang warga Pulau Raas, Hemi, mengatakan, kondisi yang membuat warga serba terbatas itu sudah sering terjadi dan berulang setiap cuaca laut memburuk. Kapal penumpang maupun kapal pengangkut barang sering berhenti beroperasi karena dinilai berisiko.
"Kalau cuaca buruk, kapal tidak bisa jalan. Otomatis Pulau Raas seperti terputus dari daratan," kata Hemi, Kamis (15/1/2026).
Menurut dia, dampak paling cepat yang dirasakan warga adalah terbatasnya pasokan sembako. Ketika barang kebutuhan pokok tidak bisa masuk ke pulau, stok yang ada di toko-toko akan semakin menipis.
"Setiap kali kapal tidak berlayar, sembako susah masuk. Stok di toko terbatas," ucapnya
Kondisi itu, kata dia, juga berpengaruh pada harga. Ketika persediaan berkurang, harga sembako di tingkat pengecer perlahan naik.
"Karena barangnya sedikit, harganya naik. Warga tetap beli karena memang kebutuhan sehari-hari," tuturnya.
Selain logistik, cuaca buruk juga berdampak pada pasokan listrik di Pulau Raas. Listrik yang masih mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), sering padam saat hujan deras disertai angin kencang.
"Kalau hujan dan angin kencang, listrik sering mati. Sudah biasa begitu," ungkap Hemi.
Padamnya listrik, menurut Hemi, membuat aktivitas ekonomi warga ikut terganggu. Usaha kecil yang mengandalkan listrik tidak bisa beroperasi, sementara jaringan komunikasi juga sering bermasalah.
"Kalau listrik mati, sinyal juga ikut susah. Mau usaha atau sekadar komunikasi jadi terkendala," ujarnya.
Terpisah, Camat Kepulauan Raas, Subiyakto, membenarkan bahwa cuaca buruk di wilayah perairan Sumenep sering membuat Pulau Raas terisolasi sementara. Sebab, distribusi logistik sangat bergantung pada kondisi laut.
"Setiap cuaca laut buruk, suplai sembako ke Pulau Raas memang sulit dilakukan karena kapal tidak bisa berlayar," tutur Subiyakto.
Pihak kecamatan, menurut Subiyakto, sering menerima laporan adanya kendaraan pengangkut sembako yang tertahan di Pelabuhan Kalianget selama berhari-hari. "Mobil pengangkut sembako sering tertahan di Pelabuhan Kalianget karena pelayaran ditutup sementara," ujarnya.
Subiyakto juga mengakui pemadaman masih sering terjadi saat hujan dan angin kencang melanda wilayah kepulauan. Namun, sudah ada rencana perbaikan ke depan. Dia berharap upaya itu dapat mengurangi frekuensi pemadaman listrik, sehingga aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari warga Pulau Raas tetap berjalan, meski cuaca laut tetap ekstrem.
"Memang listrik masih sering padam saat cuaca ekstrem, tapi akan ada penambahan daya dan perbaikan infrastruktur," pungkasnya. (*)
Next News

Pria di Pamekasan Diamankan Polisi, Tidak Bayar saat Belanja di Toko Kelontong
13 hours ago

Polisi Tangkap 3 Pengedar Sabu di Sumenep, Barang Bukti 0,62 Gram
13 hours ago

Sumur Bor Keluar Gas, ESDA Sumenep ke Lokasi Ambil Sampel Air
13 hours ago

8.187 KPM di Bangkalan Terindikasi Judi Online, 445 Ajukan Sanggah untuk Reaktivasi
13 hours ago

Prabowo Sebut Pemerintah Pusat Akan Ambil Alih Pengangkatan Guru
13 hours ago

Prabowo Sebut Kebocoran Ekspor Indonesia Capai Rp15.000 Triliun
13 hours ago

Pemuda 20 Tahun Ditemukan Meninggal Gantung Diri di Kamar Mandi
13 hours ago

Nenek Hilang di Sampang Akhirnya Ditemukan Meninggal
13 hours ago

Prabowo Soroti Birokrat yang Disebut sebagai Deep State
14 hours ago

Alokasi Pupuk Bersubsidi 2026 di Sampang Meningkat
2 days ago





