Prabowo Siap Mundur dari BoP Jika Tak Bisa Perjuangkan Palestina
Redaksi - Friday, 06 March 2026 | 04:42 AM


salsabilafm.com – Presiden RI Prabowo Subianto disebut siap mundur dari keanggotaan Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) apabila keberadaannya tidak memberikan manfaat bagi perjuangan kemerdekaan Palestina.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Cholil Nafis usai pertemuan dengan Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/3/2026) malam.
"Janjinya kalau memang saya tidak bermanfaat di BoP, saya akan mundur," ujar Cholil.
Menurutnya, Prabowo menegaskan bahwa seluruh langkah politiknya dilakukan untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Dia menekankan bahwa posisi Indonesia terhadap Palestina sudah sangat jelas dan tidak akan berubah.
"Kalau tidak untuk kepentingan Palestina, maka dia akan mundur," tambahnya.
Pernyataan tersebut sebenarnya bukan hal baru. Usai pertemuan dengan Prabowo pada 3 Februari 2026 lalu, Cholil juga sempat menyampaikan pernyataan serupa kepada publik.
Sementara itu, Sekretaris Majelis Syuro Front Persaudaraan Islam Muhammad Hanif Alatas mengaku menitipkan surat dari Rizieq Shihab kepada Prabowo terkait sikap Indonesia terhadap Palestina.
Hanif mengatakan isi surat tersebut meminta pemerintah Indonesia untuk menarik diri dari keanggotaan BoP.
Dia mengaku tidak meragukan niat baik Prabowo dalam memperjuangkan Palestina, namun menilai Amerika Serikat dan Israel tidak dapat dipercaya.
"Nabi-nabi saja, para Rasul saja dikhianati oleh Israel, apalagi cuma kita manusia biasa," ujarnya usai pertemuan dengan Presiden.
Menurut Hanif, Prabowo juga menyampaikan kesiapannya keluar dari BoP jika organisasi tersebut dianggap tidak lagi sejalan dengan perjuangan kemerdekaan Palestina.
"Pernyataannya seperti itu. Tapi kita tetap enggak perlu nunggu itu, dari sekarang saja," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Hanif juga menyampaikan pesan dari Rizieq yang meminta Presiden Prabowo menyampaikan belasungkawa secara terbuka atas gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Menurutnya, Iran merupakan negara sahabat Indonesia dan membutuhkan dukungan setelah serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel.
"Kita minta Presiden jangan hanya mengutus Menteri Luar Negeri untuk menyampaikan belasungkawa, tapi Presiden juga menyampaikan secara terbuka," ujarnya.
Keanggotaan Indonesia dalam BoP kembali menjadi sorotan setelah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Serangan tersebut dilaporkan terjadi pada 28 Februari lalu. Dalam operasi itu, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dilaporkan gugur akibat serangan pada Sabtu dan dikonfirmasi Iran keesokan harinya.
Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan ke sejumlah target di Israel dan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. (*)
Next News

Harumkan Sumenep, Gita Nada Idaman Al-Munawarah Raih Juara 2 WBL Marching Competition Season 5
19 hours ago

Balap Liar di JLS Sampang, 36 Sepeda Motor Diamankan Polisi
19 hours ago

Melihat Sampang dari Seberang Jalan: Menggugat Pendidikan dan Ruang Perempuan Lewat Diskusi Literasi
21 hours ago

MUI dan HMI Bangkalan Gelar Bedah Buku Etika Pengolahan Air Limbah
21 hours ago

Penginjak Alquran di Pamekasan Terancam 5 Tahun Penjara
21 hours ago

600 Ton Beras SPHP Diduga Dioplos, Kerugian Negara Capai Rp3,3 Miliar
21 hours ago

Pengurus Ranting dan Lembaga MWC NU Pulau Mandangin 2026-2031 Resmi Dilantik
21 hours ago

Warga Bangkalan Temukan Bayi Perempuan Menangis di Teras Toko
3 days ago

Pura-pura Tanya Alamat, Pria Tak Dikenal di Bangkalan Diduga Lecehkan Siswi
3 days ago

HCML Tuan Rumah GCM ke-336, Perkuat Koordinasi Pasokan Gas Jawa Timur–Jawa Tengah
3 days ago




