Sumur Bor Warga Sampang Keluarkan Gas, Polisi Pasang Garis Pengaman
Syabilur Rosyad - Thursday, 15 January 2026 | 07:25 AM


salsabilafm.com - Sebuah video yang memperlihatkan sumur bor warga mengeluarkan gas hingga menyambar api viral di media sosial. Peristiwa itu terjadi di Desa Planggaran Timur, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang. Kejadian itu langsung mendapat perhatian aparat kepolisian.
Kapolres Sampang AKBP Hartono melalui Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji waluyo mengatakan, Polsek Banyuates Polres Sampang telah mendatangi lokasi pada Kamis (15/1/2026) sekitar pukul 10.30 WIB untuk melakukan pengecekan dan pengamanan.
“Petugas langsung mendatangi TKP untuk memastikan kondisi di lapangan serta mengantisipasi potensi bahaya bagi masyarakat,” katanya kepada salsbilafm.com, Kamis (15/1/2026).
Sumur bor tersebut berada di ladang milik Madus (49), warga Dusun Kertaker, Desa Planggaran Timur. Pengeboran dilakukan sejak Selasa (13/1/2026) dan awalnya berjalan normal.
"Namun pada Rabu malam (14/1/2026) sekitar pukul 20.00 WIB, saat pengeboran mencapai kedalaman sekitar 51–53 meter, tiba-tiba keluar gas dari pipa bor," jelas Eko.
Gas tersebut menimbulkan bau menyengat dan dapat menyala jika terkena api. Atas alasan keselamatan, pemilik lahan menghentikan sementara proses pengeboran.
Untuk menghindari risiko kebakaran, Polsek Banyuates memasang garis polisi (police line) di sekitar lokasi. Tak hanya itu, aparat juga memberikan imbauan kepada warga agar tidak mendekati area sumur bor.
“Lokasi sumur bor berjarak sekitar 100 meter dari pemukiman warga. Namun tetap kami lakukan pengamanan karena berpotensi membahayakan,” jelasnya.
Eko menambahkan, pengeboran sumur tersebut dilakukan murni untuk kebutuhan pertanian dan kebutuhan sehari-hari masyarakat, bukan kegiatan eksplorasi gas.
"Saat ini pihak kepolisian telah melaporkan kejadian tersebut kepada Kapolres Sampang dan melakukan koordinasi dengan Kementerian ESDM guna memeriksa kandungan gas yang keluar dari sumur bor, untuk memastikan apakah berbahaya atau tidak bagi masyarakat sekitar," tutup Eko. (Syad)
Next News

Lalai Pasang Plang 'BBM Habis', Pertamina Sanksi SPBU Ketapang Sampang
6 hours ago

Gagal Penuhi Target PAD 2025, Disporabudpar Sampang Evaluasi Piutang Sewa Fasilitas
6 hours ago

Warga Keluhkan Sarang Tawon di PJU Jalan Raya Taddan, Dishub Sampang Segera Ambil Tindakan
6 hours ago

Dinkes Pamekasan Catat 32 Kasus DBD Sejak Awal 2026
8 hours ago

Pulau Raas Sumenep Terisolir Akibat Cuaca Buruk, Pasokan Logistik Terganggu
8 hours ago

Pengurus KONI Sampang Keluhkan Tunjangan Tak Dibayar Penuh
8 hours ago

Bocah Asal Pasuruan Kabur dari Rumah Singgah Bangkalan, Diduga Curi Kotak Amal
9 hours ago

Bus Sekolah Gratis di Bangkalan Mulai Beroperasi, Ini Rute dan Jadwal Keberangkatannya
9 hours ago

Ketua PCNU Sampang Soroti Pesta Miras di Puskesmas: Hukuman Tak Hanya Pidana, Tapi Rehabilitasi dan Pembinaan
12 hours ago

Presiden Prabowo Kumpulkan 1.200 Guru Besar dan Rektor di Istana, Ini Penjelasan Prasetyo Hadi
3 hours ago





