Dinkes Pamekasan Catat 32 Kasus DBD Sejak Awal 2026
Redaksi - Thursday, 15 January 2026 | 07:28 AM


salsabilafm.com - Sejak awal Januari 2026 ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan mencatat 32 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Hal itu disampaikan oleh
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Pamekasan Avira Sulistyowati.
"Kasus DBD sampai dengan tanggal 13 Januari 2026 sebanyak 32 orang dan tidak ada yang meninggal," kata Avira, Kamis (15/1/2026)
Dia menjelaskan, pasien DBD tersebar di 11 kecamatan. Di antaranya, di Kecamatan Pamekasan sebanyak 7 pasien, Proppo sebanyak 4 kasus, Palengaan 4 pasien, dan di Kecamatan Pademawu 4 kasus.
Sementara di Kecamatan Tlanakan 3 pasien, Galis 3 pasien, Waru 2 pasien, dan di Kecamatan Larangan 2 pasien. Untuk Kecamatan Pasean, Kadur dan Kecamatan Pegantenan masing-masing 1 pasien DBD.
"Dari 32 pasien DBD tercatat di sejumlah wilayah kerja puskesmas di beberapa kecamatan," ucapnya.
Disampaikan, Dinkes Pamekasan sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE) gerakan bersama pemberantasan sarang nyamuk sejak bulan November 2025 lalu. "Edaran tersebut sudah disampaikan ke semua kepala perangkat daerah, camat, kepala puskesmas dan tim penggerak PKK," kata dia.
Menurutnya, Dinkes sudah berupaya melakukan pencegahan sejak dini. Salah satunya dengan melakukan pemberantasan terhadap sarang nyamuk.
"Tercatat, pada tahun 2025 angka kasus DBD mengalami penurunan dibanding tahun 2024. Pada tahun 2024, kasus DBD sebanyak 972 dengan delapan pasien meninggal. Pada tahun 2025 turun menjadi 789 kasus dengan angka kematian 5 kasus," bebernya.
Sementara, Kepala Dinkes Pamekasan dr. Syaifudin menyampaikan, pihaknya sudah melakukan upaya pemberantasan sarang nyamuk sejak jauh-jauh hari di sejumlah titik.
"DBD itu virus, faktornya nyamuk. Bagaimana nyamuk itu tidak berkembang secara berlebih. Kuncinya pada pemberantasan sarang nyamuk," ujarnya.
Pemberantasan nyamuk Aedes aegypti bisa dilakukan dengan 3M plus, yaitu menguras, menutup dan mengubur. Selain itu, ucap dia, dilakukan pencegahan tambahan untuk menghindari gigitan nyamuk.
"Hindari kubangan air, menguras, menutup dan mengubur. Sehingga tidak ada genangan air dan nyamuk bisa diberantas," pungkasnya. (*)
Next News

Pria di Pamekasan Diamankan Polisi, Tidak Bayar saat Belanja di Toko Kelontong
9 hours ago

Polisi Tangkap 3 Pengedar Sabu di Sumenep, Barang Bukti 0,62 Gram
10 hours ago

Sumur Bor Keluar Gas, ESDA Sumenep ke Lokasi Ambil Sampel Air
10 hours ago

8.187 KPM di Bangkalan Terindikasi Judi Online, 445 Ajukan Sanggah untuk Reaktivasi
10 hours ago

Prabowo Sebut Pemerintah Pusat Akan Ambil Alih Pengangkatan Guru
10 hours ago

Prabowo Sebut Kebocoran Ekspor Indonesia Capai Rp15.000 Triliun
10 hours ago

Pemuda 20 Tahun Ditemukan Meninggal Gantung Diri di Kamar Mandi
10 hours ago

Nenek Hilang di Sampang Akhirnya Ditemukan Meninggal
10 hours ago

Prabowo Soroti Birokrat yang Disebut sebagai Deep State
10 hours ago

Alokasi Pupuk Bersubsidi 2026 di Sampang Meningkat
a day ago





