455 PMI Asal Sampang Berada di Wilayah Konflik Timur Tengah
Ach. Mukrim - Monday, 02 March 2026 | 08:25 AM


salsabilafm.com - Sebanyak 455 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Sampang, Jawa Timur, tercatat tersebar di sejumlah negara Timur Tengah yang tengah dilanda eskalasi konflik militer.
Data tersebut dihimpun Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sampang sejak 2023 hingga 2025. Negara penempatan para PMI itu antara lain Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, serta Turki.
Kepala Bidang Penempatan, Perluasan Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Disnaker Sampang, Uriantono Triwibowo, mengatakan, meningkatnya ketegangan yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu kekhawatiran terhadap keselamatan WNI, termasuk PMI asal Sampang.
"Total ada 455 warga Sampang yang tercatat bekerja di kawasan tersebut berdasarkan data yang kami miliki dari 2023 sampai 2025," katanya, Senin (2/3/2026).
"Untuk data lengkapnya dan data sebelum tahun 2023 berada di kementerian tenaga kerja dan Badan perlindungan pekerja migran Indonesia saat ini bernama Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI)," imbuhnya.
Dia menjelaskan, Disnaker hanya berperan sebagai fasilitator apabila ada keluarga PMI yang kehilangan kontak dengan anggota keluarganya di wilayah konflik. Kewenangan untuk memastikan kondisi dan keselamatan PMI berada di kementerian terkait.
"Kami tidak bisa memastikan langsung kondisi di lapangan. Jika ada keluarga yang melapor dengan data lengkap dan memang putus kontak, akan kami teruskan ke kementerian," ujarnya.
Menurutnya, respons dari otoritas terkait biasanya membutuhkan waktu beberapa hari, karena harus berkoordinasi dengan perwakilan Indonesia di negara bersangkutan.
"Untuk informasi balasan dari negara konflik ke kita yang ada Indonesia ini perlu waktu beberapa hari," ucapnya.
Dia juga merinci PMI yang ada di wilayah konflik. Pada 2023 terdapat 113 orang di Arab Saudi dan 1 orang di Uni Emirat Arab. Pada 2024, sebanyak 73 orang di Arab Saudi, 1 orang di Uni Emirat Arab, 1 orang di Qatar, 1 orang di Turki, serta 3 orang di Kuwait. Sementara pada 2025, tercatat 194 orang di Arab Saudi dan 68 orang di Turki.
"Secara kumulatif, dari 2023 hingga 2025 terdapat 380 PMI di Arab Saudi, 69 di Turki, 3 di Kuwait, 2 di Uni Emirat Arab, dan 1 di Qatar," rincinya.
"Tapi data ini belum pasti karena terkadang ada kemungkinan sebagian PMI telah kembali ke Indonesia tanpa melapor," imbuhnya.
Di tengah situasi yang belum stabil, pihaknya mengimbau masyarakat untuk menunda perjalanan ke negara-negara Timur Tengah jika tidak memiliki kepentingan mendesak.
Meski belum ada larangan resmi atau travel warning, pemerintah pusat melalui kementerian terkait telah menyampaikan imbauan kewaspadaan bagi WNI yang hendak bepergian ke kawasan tersebut.
"Kami mengimbau keluarga tetap tenang, tetapi tetap waspada. Jika ada yang kehilangan kontak dengan keluarganya, segera laporkan ke kami agar bisa kami fasilitasi," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

Persiapan Pengamanan Pilkades Sampang 2027, Polisi Petakan Wilayah Rawan
12 hours ago

Pilkades Sampang 2026 Dipastikan Tak Bisa Digelar, Ini Sebabnya
12 hours ago

508 Kendaraan Dinas di Bangkalan Tunggak Pajak, Nilai Total Rp113 Juta
14 hours ago

Pembangunan Kawasan Industri di Bangkalan Akan Dimulai Awal 2027
14 hours ago

Polresta Sumenep Siagakan 3 Posko Terpadu Bantu Pencarian Korban KM Virgo 8
14 hours ago

Disperta KP Sampang Mulai Data Petani untuk Alokasi Pupuk Bersubsidi 2027
14 hours ago

Sumur Bor 40 Meter di Sumenep Diduga Mengandung Gas
16 hours ago

KPK Sita Uang Ratusan Miliar dalam 20 Koper dari OTT ATR/BPN
16 hours ago

Musik Daul Pamekasan Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia
16 hours ago

Kemenhaj Akan Verifikasi Ulang 3.000 Travel Umrah
16 hours ago




