Cak Imin Minta Program MBG Prioritaskan Warga Miskin dan Daerah 3T
Redaksi - Friday, 12 June 2026 | 03:59 AM


salsabilafm.com - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengingatkan agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) benar-benar tepat sasaran dan mampu memberikan dampak nyata bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Menurut Cak Imin, pelaksanaan perbaikan tata kelola MBG yang saat ini dikelola Badan Gizi Nasional (BGN) harus mengacu pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
"Dalam pelaksanaan perbaikan manajemen MBG yang dikelola oleh BGN ini, saya mengingatkan untuk mengacu pada Inpres 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), di mana daerah tertinggal, kemiskinan ekstrem, kemiskinan, dan kelompok prioritas harus diutamakan," kata Cak Imin di Jakarta, Jumat (12/6/2026), seperti dikutip Antara.
Dia menjelaskan, data DTSEN menjadi landasan penting bagi pemerintah untuk memastikan kelompok masyarakat yang paling membutuhkan mendapatkan manfaat program secara optimal.
Cak Imin menegaskan, pelaksanaan MBG juga harus selaras dengan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan dan Pengentasan Kemiskinan Ekstrem.
Menurutnya, terdapat dua aspek utama yang harus menjadi perhatian. Pertama, penerima manfaat MBG harus diprioritaskan bagi masyarakat miskin dan miskin ekstrem. Kedua, program tersebut harus mampu menjadi bagian dari ekosistem pemberdayaan ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah.
Dengan demikian, manfaat MBG tidak hanya dirasakan dalam bentuk bantuan konsumsi, tetapi juga mampu membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Cak Imin optimis berbagai perbaikan tata kelola yang dilakukan pemerintah akan semakin memperkuat keberhasilan program prioritas Presiden tersebut.
Dia menilai keberhasilan MBG sangat ditentukan oleh kombinasi antara niat baik, tata kelola yang tepat, dan kepemimpinan yang kuat dalam pelaksanaannya.
Lebih lanjut, Cak Imin menekankan pentingnya membangun ekosistem ekonomi yang terintegrasi melalui program MBG. Program ini diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian lokal dengan melibatkan petani, peternak, nelayan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga wirausaha baru dalam rantai pasok penyediaan bahan pangan.
"Salah satu ekosistem yang paling terbentuk adalah bagaimana menumbuhkan perilaku usaha baru, sekaligus menstabilkan harga sehingga diketahui keuntungan dari proses MBG," tutupnya.(*)
Next News

508 Kendaraan Dinas di Bangkalan Tunggak Pajak, Nilai Total Rp113 Juta
6 hours ago

Pembangunan Kawasan Industri di Bangkalan Akan Dimulai Awal 2027
6 hours ago

Polresta Sumenep Siagakan 3 Posko Terpadu Bantu Pencarian Korban KM Virgo 8
6 hours ago

Disperta KP Sampang Mulai Data Petani untuk Alokasi Pupuk Bersubsidi 2027
6 hours ago

Sumur Bor 40 Meter di Sumenep Diduga Mengandung Gas
8 hours ago

KPK Sita Uang Ratusan Miliar dalam 20 Koper dari OTT ATR/BPN
8 hours ago

Musik Daul Pamekasan Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia
8 hours ago

Kemenhaj Akan Verifikasi Ulang 3.000 Travel Umrah
8 hours ago

Gunung Semeru Erupsi Empat Kali, Warga Dengarkan Gemuruh Kuat
8 hours ago

MUI Sampang Bimbing Dominikus Klau Masuk Islam
a day ago




