42 Pelajar Terpilih Jadi Paskibraka Sampang 2026, 2 Anggota Wakili Jawa Timur
Ach. Mukrim - Monday, 27 July 2026 | 02:34 AM


salsabilafm.com - Setelah melewati rangkaian seleksi sejak 22 Juni 2026 lalu, Sebanyak 42 pelajar terbaik Kabupaten Sampang resmi terpilih sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2026.
Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sampang, Denny Edy Setiawan mengatakan, dari jumlah tersebut, 40 orang akan bertugas pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Sampang
"Sementara dua lainnya dipercaya mewakili daerah di tingkat Provinsi Jawa Timur," katanya, Senin (27/7/2026).
Dia menjelaskan, proses seleksi dilakukan secara terbuka dengan melibatkan pelajar dari SMA, SMK, MA hingga pondok pesantren di Kabupaten Sampang. Tahun ini terdapat pemerataan kesempatan sehingga sekolah yang sebelumnya belum pernah meloloskan peserta akhirnya mampu mengirimkan wakilnya.
"Alhamdulillah tahun ini ada sekolah yang sebelumnya belum pernah terjaring akhirnya bisa mengirimkan peserta. Bahkan ada satu peserta yang berasal dari pondok pesantren," jelas Denny.
Sebelum memasuki pelatihan utama, seluruh peserta telah mengikuti pembinaan dasar sejak 22 Juni berupa latihan fisik, Peraturan Baris Berbaris (PBB), serta pembentukan kedisiplinan. Selanjutnya, mereka akan menjalani pelatihan intensif mulai 4 Agustus hingga menjelang pelaksanaan upacara pada 17 Agustus 2026.
Selama masa tersebut, para anggota Paskibraka juga akan menjalani karantina selama 10 hari di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Sampang.
"Mereka akan dibimbing oleh pelatih dari TNI, Polri, dan BPIP dengan materi yang mencakup pembinaan fisik, baris-berbaris, hingga penguatan mental dan rohani," ucapnya.
Denny menjelaskan, secara nasional persyaratan tinggi badan calon Paskibraka ditetapkan minimal 170 sentimeter untuk peserta putra dan 165 sentimeter untuk peserta putri. Namun, Kabupaten Sampang melakukan penyesuaian dengan menurunkan batas minimal tinggi badan karena cukup sulit menemukan peserta yang memenuhi standar nasional tersebut.
"Yang terpenting mereka tetap memenuhi syarat untuk bertugas di daerah," ujarnya.
Denny memastikan seluruh peserta yang dinyatakan lolos akan dilibatkan dalam upacara pengibaran maupun penurunan bendera. Karena itu, pihaknya tidak menyiapkan petugas cadangan dan lebih mengutamakan kesiapan seluruh anggota selama menjalani pelatihan.
"Kalau ada yang sakit tentu kami istirahatkan. Harapan kami pada 17 Agustus semuanya dalam kondisi siap. Tetapi kalau memang masih sakit, kami tidak mungkin memaksakan karena ini menyangkut kesehatan dan keselamatan peserta," ujarnya.
Dia menambahkan, formasi Paskibraka Kabupaten Sampang tahun ini belum menggunakan komposisi lengkap 17-8-45 sebagaimana formasi ideal secara nasional. Jumlah personel disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia, yakni sekitar Rp270 juta. Anggaran tersebut mencakup seluruh kebutuhan penyelenggaraan, termasuk perjalanan dinas dan pelaksanaan kegiatan, bukan hanya pelatihan Paskibraka.
Meski demikian, Denny berharap kualitas penyelenggaraan Paskibraka di Kabupaten Sampang terus meningkat setiap tahun, baik dari sisi jumlah personel maupun kualitas pembinaan.
"Kami berharap ke depan Paskibraka Kabupaten Sampang bisa lebih lengkap, lebih berkembang, dan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

Satpol PP Sampang Tertibkan Reklame Tak Berizin, Dorong Peningkatan PAD
6 hours ago

Bantah Pembangunan KDKMP Tak Libatkan Warga Lokal, Dandim 0828: Pekerjanya Tukang Sampang
6 hours ago

Rumput Lapangan SKEP Bangkalan Terbakar, Ini Penyebabnya
6 hours ago

Diduga Akibat Tersinggung, Pemilik Bengkel di Bangkalan Ditusuk Pemulung
7 hours ago

Ayah Tewas Dimassa, Anak Terduga Pencuri Ayam di Bali Nangis Histeris
14 minutes ago

Ketua PCNU Sampang Tekankan Fatayat NU Perkuat Kaderisasi dan Jaga Nilai Aswaja
15 minutes ago

20 Finalis Duta Genre Sampang 2026 Ikuti Karantina
a day ago

PC Fatayat NU Sampang 2025-2030 Resmi Dilantik, Komitmen Berkhidmat dan Berdampak Nyata
a day ago

KPAI: Budaya Tutup Mulut Jadi Penghambat Pengungkapan Kasus Kekerasan Seksual di Sampang
a day ago

Kerap Terima Keluhan Masyarakat, Begini Penjelasan PLN ULP Sampang
a day ago





