Bantah Pembangunan KDKMP Tak Libatkan Warga Lokal, Dandim 0828: Pekerjanya Tukang Sampang
Ach. Mukrim - Monday, 27 July 2026 | 02:30 AM


salsabilafm.com - Forum Mahasiswa Sampang (Formasa) menyatakan bahwa koperasi desa/kelurahan merah putih (KDKMP) kurang memprioritaskan pekerja lokal dalam pelaksanaan pembangunan proyek nasional tersebut. Pernyataan itu disampaikan Imam Baidowi, Ketua Formasa, Senin (27/7/2026).
Formasa, kata dia, telah melakukan kajian terkait pembangunan proyek KDKMP di Sampang. Hasilnya, Formasa menemukan tukang las atap proyek KDKMP diketahui berasal dari Pasuruan. Padahal, kata Imam, Kabupaten Sampang memiliki banyak tenaga kerja dengan kemampuan serupa yang dapat dilibatkan dalam pembangunan tersebut.
Imam juga mempertanyakan alasan mendatangkan pekerja dari luar daerah dengan alasan adanya standar tertentu dalam pekerjaan konstruksi, sementara standar yang dimaksud dinilai belum jelas. Dia menilai kondisi tersebut terkesan janggal dan menduga proses rekrutmen pekerja proyek telah dikondisikan.
"'Kami berharap pembangunan KDKMP benar-benar melibatkan potensi masyarakat Sampang agar keberadaannya dapat memberikan manfaat, membuka peluang kerja, serta meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat desa," katanya.
Menanggapi itu, Komandan Kodim (Dandim) 0828/Sampang Letkol Czi Dika Catur Yanuar Anwar membantah adanya dugaan bahwa tenaga kerja dalam pengerjaan proyek tersebut berasal dari luar daerah. Dia menegaskan, pihaknya telah memprioritaskan masyarakat lokal dalam pelaksanaan pembangunan KDKMP. Catur memastikan para pekerja yang terlibat merupakan warga Sampang.
"Pekerjanya tukang dari Sampang," tegasnya.
Catur menjelaskan, keberadaan KDKMP akan menjadi salah satu penggerak utama perekonomian masyarakat. Menurutnya, koperasi memiliki peran penting sebagai wadah usaha bersama yang dapat membantu meningkatkan daya hidup serta kesejahteraan warga.
Dengan adanya koperasi tersebut, diharapkan Kabupaten Sampang semakin maju karena masyarakat memiliki akses yang lebih mudah terhadap berbagai kebutuhan usaha dengan harga yang lebih terjangkau.
"Koperasi merupakan sektor penggerak perekonomian. Dengan adanya koperasi, diharapkan dapat meningkatkan daya hidup masyarakat karena koperasi memiliki konsep yang berbeda dengan lembaga usaha lainnya, terutama dalam memberikan kemudahan bagi masyarakat," ujarnya.
Dia menjelaskan, KDKMP saat ini masih dalam tahap persiapan dan belum sepenuhnya beroperasi. Namun, ke depannya koperasi tersebut diharapkan dapat terkoneksi dengan berbagai sektor strategis, terutama pertanian dan perikanan.
Dalam bidang pertanian, koperasi diharapkan mampu menjadi tempat penyediaan berbagai kebutuhan petani, seperti pupuk dan perlengkapan pertanian lainnya. Dengan sistem koperasi, kebutuhan petani dapat ditampung dan disalurkan sehingga masyarakat mendapatkan akses dengan harga yang lebih terjangkau.
"Tentu hal ini dapat menjadi solusi bagi petani, terutama di tengah kondisi harga pupuk yang cukup tinggi. Melalui koperasi, kebutuhan pertanian bisa mendapatkan dukungan dari pusat dan kemudian disalurkan kepada para petani di daerah, " ucapnya.
Selain sektor pertanian, Koperasi Merah Putih juga diproyeksikan mampu mendukung sektor perikanan. Dengan adanya koperasi di tingkat desa, masyarakat nelayan nantinya akan lebih mudah mendapatkan kebutuhan usaha perikanan serta akses penyaluran hasil produksi.
Dandim mengaku keberadaan koperasi yang berada di lokasi strategis dan dekat dengan masyarakat sehingga dapat memberikan kemudahan bagi warga. Masyarakat tidak perlu lagi mencari kebutuhan usaha hingga ke luar daerah karena berbagai kebutuhan sudah tersedia melalui koperasi di desa masing-masing.
Selain mempermudah akses, koperasi juga mampu menyediakan kebutuhan dengan harga yang lebih terjangkau sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Harapannya Koperasi Merah Putih nanti bisa menjadi solusi bagi masyarakat, baik di sektor pertanian maupun perikanan, serta mampu meningkatkan perekonomian di Kabupaten Sampang," pungkas Catur. (Mukrim)
Next News

Harumkan Sumenep, Gita Nada Idaman Al-Munawarah Raih Juara 2 WBL Marching Competition Season 5
15 hours ago

Balap Liar di JLS Sampang, 36 Sepeda Motor Diamankan Polisi
15 hours ago

Melihat Sampang dari Seberang Jalan: Menggugat Pendidikan dan Ruang Perempuan Lewat Diskusi Literasi
17 hours ago

MUI dan HMI Bangkalan Gelar Bedah Buku Etika Pengolahan Air Limbah
17 hours ago

Penginjak Alquran di Pamekasan Terancam 5 Tahun Penjara
17 hours ago

600 Ton Beras SPHP Diduga Dioplos, Kerugian Negara Capai Rp3,3 Miliar
17 hours ago

Pengurus Ranting dan Lembaga MWC NU Pulau Mandangin 2026-2031 Resmi Dilantik
17 hours ago

Warga Bangkalan Temukan Bayi Perempuan Menangis di Teras Toko
3 days ago

Pura-pura Tanya Alamat, Pria Tak Dikenal di Bangkalan Diduga Lecehkan Siswi
3 days ago

HCML Tuan Rumah GCM ke-336, Perkuat Koordinasi Pasokan Gas Jawa Timur–Jawa Tengah
3 days ago




