Jumat, 12 Juni 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Pria Asal Turki Nikahi Gadis Madura, Ijab Kabul di KUA Robatal Sampang

Syabilur Rosyad - Friday, 12 June 2026 | 02:45 AM

Background
Pria Asal Turki Nikahi Gadis Madura, Ijab Kabul di KUA Robatal Sampang
Pria asal Turki, Burak Yiğitgülsün, resmi menikahi perempuan asal Madura, Siti Hofifah, Rabu (10/6/2026). (Rosyad/Salsa/)

salsabilafm.com – Burak Yiğitgülsün, pria asal Turki, resmi menikahi perempuan asal Sampang Madura, Siti Hofifah. Prosesi akad nikahnya berlangsung di Dusun Burajeh, Desa Jelgung, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang, Rabu (10/6/2026).


Pernikahan lintas negara tersebut menarik perhatian warga setempat karena mempertemukan dua mempelai dari latar belakang budaya dan negara yang berbeda. Sejak pagi, masyarakat berdatangan untuk menyaksikan prosesi akad nikah yang berlangsung khidmat.


Ibu mempelai pria, Deniz Güçyetmez, turut hadir langsung dari Turki untuk menyaksikan putranya mengucapkan janji suci di hadapan penghulu dan keluarga besar kedua mempelai.




Sebelum melangsungkan akad nikah, Burak diketahui mempelajari bahasa Indonesia agar dapat mengikuti prosesi ijab kabul sesuai tata cara yang berlaku. Upaya tersebut membuat prosesi akad berjalan lancar tanpa kendala.


Siti Hofifah mengaku bersyukur seluruh rangkaian pernikahan berjalan dengan baik. "Saya bersyukur semua proses berjalan lancar. Semoga kami bisa membangun keluarga yang bahagia dan saling mendukung meskipun berasal dari budaya yang berbeda," katanya, Kamis (11/6/2026).




Sementara itu, Burak Yiğitgülsün mengaku bahagia dapat menikah dengan Siti. Dia juga merasa diterima dengan baik oleh keluarga besar istrinya maupun masyarakat sekitar.


"Saya sangat bahagia bisa menikah dengan Siti. Keluarganya menerima saya dengan hangat. Madura akan selalu memiliki tempat istimewa di hati saya," ujar Burak. 


Kepala KUA Kecamatan Robatal, Mohammad Rusdi, mengatakan, seluruh proses administrasi pernikahan telah dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga pernikahan tersebut sah secara hukum dan agama.




Menurutnya, pernikahan lintas negara tersebut menunjukkan bahwa perbedaan latar belakang tidak menjadi penghalang dalam membangun rumah tangga yang harmonis apabila dilandasi komitmen dan saling menghormati.


"Kami berharap pasangan ini dapat membangun keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah serta menjadi jembatan persaudaraan antara Indonesia dan Turki," pungkasnya. (Syad)