MUI Sampang Serukan Qunut Nazilah Sikapi Eskalasi Militer AS-Israel terhadap Iran
Ach. Mukrim - Monday, 02 March 2026 | 01:28 AM


salsabilafm.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sampang menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk menggelar doa Qunut Nazilah secara serentak menyikapi eskalasi serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.
Seruan tersebut tertuang dalam Tausiyah resmi Nomor: Kep-28/DP-MUI/III/2026 yang dikeluarkan pada awal Maret 2026, bertepatan dengan momentum bulan suci Ramadan.
Ketua MUI Sampang, KH M Itqan Busiri menilai serangan yang dilancarkan pihak AS dan Israel telah menodai kesucian bulan penuh rahmat ini. Pihaknya juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Sayyid Ali Khamenei yang dinyatakan gugur akibat serangan Israel-Amerika pada (28/2/2026).
"Kami menyampaikan duka mendalam atas gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. Kita sampaikan Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Sebagai syuhada, kita doakan semoga menjadi penghuni surga," katanya, Senin (2/2/2026).
Dia juga mengecam keras langkah Presiden AS Donald Trump yang mengumumkan serangan militer "besar-besaran dan berkelanjutan" untuk menghancurkan kekuatan rudal dan angkatan laut Iran. Tindakan ini dinilai bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan Pembukaan UUD 1945.
Lebih lanjut, dia menegaskan, serangan balasan Iran ke pangkalan militer di negara teluk merupakan tindakan yang dibenarkan oleh hukum internasional sebagai upaya bela diri. Sebaliknya, AS dan Israel dianggap melanggar Pasal 2 (4) Deklarasi PBB yang mewajibkan negara anggota menahan diri dari penggunaan kekerasan terhadap kedaulatan negara lain.
"Ini adalah eskalasi serius yang berpotensi menyeret kawasan Timur Tengah ke dalam konflik terbuka. Motif strategis di balik serangan ini patut diduga sebagai upaya sistematis untuk melemahkan posisi Iran sekaligus membatasi dukungan terhadap kemerdekaan Palestina," tegasnya.
Dia juga mendesak Pemerintah Indonesia untuk mencabut keanggotaan dari Balance of Power (BoP). Langkah ini diambil karena BoP dinilai tidak efektif dalam mewujudkan perdamaian sejati di Palestina.
Menurutnya, kehadiran AS dalam pengelolaan konflik melalui BoP justru memperkuat arsitektur keamanan yang timpang dan mengubur cita-cita kemerdekaan Palestina, sembari memicu perang regional yang melibatkan berbagai kekuatan proksi.
Dia juga mengajak warga dunia untuk mengamalkan Qunut Nazilah dalam shalat guna memohon perlindungan Allah SWT bagi umat yang sedang tertindas. Dia juga menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk segera melakukan langkah-langkah maksimal demi menghentikan perang.
"MUI berkeyakinan bahwa perang hanya akan mendatangkan kemudharatan global. Kita harus merawat kesucian Ramadhan dengan mewujudkan keamanan dan perdamaian berdasarkan persatuan," tutup Kiai Itqan mengutip QS Ali Imran 103. (Mukrim)
Next News

Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN
5 hours ago

MUI Sampang Desak Pemkab Segera Terbitkan Perbup Perlindungan Anak dan Perempuan
7 hours ago

3 Bulan Air Mampet, Belasan Warga Datangi Kantor PDAM Sampang
21 hours ago

Gubernur Jatim: Sekolah Rakyat Terpadu di Sampang Jadi yang Terluas di Indonesia
21 hours ago

Dituduh Punya Sihir, 2 Warga di Sumenep Lakukan Sumpah Pocong
a day ago

Kecelakaan Avanza Velos vs Motor di Sampang, Remaja 16 Tahun Meninggal Dunia
a day ago

Disdik Sampang Telusuri Status Pendidikan Pelaku dan Korban Rudapaksa Anak
a day ago

Jelang Pensiun Sekda Sampang, Sejumlah Nama Muncul sebagai Kandidat Pj
a day ago

37 Tahun Jadi PMI Ilegal di Malaysia, Pria Asal Bangkalan Dipulangkan Usai Meninggal
2 days ago

DPRD Sampang Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
2 days ago





