Kamis, 4 Juni 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Peringati Bulan Bung Karno, Semua ASN Laki-laki di Sumenep Kenakan Peci Hitam Selama Juni

Redaksi - Thursday, 04 June 2026 | 06:48 AM

Background
Peringati Bulan Bung Karno, Semua ASN Laki-laki di Sumenep Kenakan Peci Hitam Selama Juni
Presiden Soekarno memakai peciw hitam ( Istimewa/)

salsabilafm.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, mengeluarkan imbauan kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) laki-laki untuk mengenakan peci atau kopiah hitam selama menjalankan tugas kedinasan sepanjang Juni 2026. Kebijakan tersebut diterapkan dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno yang diperingati setiap bulan Juni.


Pemilihan peci hitam didasarkan pada keterkaitannya dengan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, yang dikenal sering mengenakan peci dalam berbagai kegiatan kenegaraan.


Selain dalam acara resmi di dalam negeri, Soekarno juga kerap memakai peci hitam saat melakukan kunjungan ke luar negeri.




Karena itu, peci hitam dipandang sebagai simbol yang lekat dengan sosok Bung Karno dan nilai-nilai perjuangannya.


Melalui imbauan tersebut, Pemkab Sumenep ingin menghadirkan semangat penghormatan terhadap sejarah dan keteladanan tokoh proklamator Indonesia.




ASN laki-laki di lingkungan Pemkab Sumenep diharapkan mengikuti imbauan tersebut selama menjalankan aktivitas kedinasan pada Juni 2026.


Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengatakan, penggunaan peci hitam adalah salah satu bentuk penghormatan terhadap jasa dan keteladanan Bung Karno sebagai Proklamator Kemerdekaan sekaligus penggali Pancasila.


"Kami mengimbau seluruh ASN laki-laki di lingkungan Pemkab Sumenep untuk mengenakan peci hitam selama bulan Juni saat menjalankan tugas kedinasan," kata Fauzi dalam rilis tertulisnya, Kamis (4/6/2026).




Imbauan tersebut ditujukan kepada seluruh pimpinan perangkat daerah, pimpinan badan usaha milik daerah (BUMD), serta seluruh pegawai laki-laki di lingkungan Pemkab Sumenep, sesuai Surat Edaran (SE) tentang Memperingati Bulan Bung Karno.


Dalam surat edaran tersebut, dijelaskan bahwa Juni dikenal sebagai Bulan Bung Karno karena sejumlah peristiwa penting dalam kehidupan Presiden RI pertama itu terjadi pada bulan tersebut.




Peristiwa tersebut meliputi 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila yang digagas Bung Karno; 6 Juni sebagai hari kelahiran Bung Karno; dan 21 Juni sebagai hari wafatnya tokoh yang dijuluki Putra Sang Fajar itu.


Menurut Fauzi, peringatan Bulan Bung Karno bukan sekadar seremonial tetapi menjadi momentum untuk menanamkan kembali nilai-nilai kebangsaan dan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.


"Peringatan ini bertujuan mengarusutamakan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," ujar Fauzi.




Menurut dia, peringatan Bulan Bung Karno juga dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap sejarah, filosofi, dan nilai-nilai Pancasila.


Pemkab Sumenep juga berharap, momentum tersebut dapat memperkuat semangat kebangsaan dan inklusi sosial di tengah berbagai tantangan dan kontestasi nilai yang berkembang di masyarakat.




Fauzi menilai, sosok Bung Karno tidak hanya dikenal sebagai proklamator kemerdekaan, tetapi juga tokoh yang berhasil memperkenalkan identitas Indonesia ke dunia internasional.


Salah satu simbol yang melekat pada diri Bung Karno adalah peci hitam yang hampir selalu dikenakannya dalam berbagai forum nasional maupun internasional.


"Peci hitam bukan sekadar penutup kepala, tetapi telah menjadi simbol identitas nasional yang diperkenalkan Bung Karno kepada dunia," pungkas Fauzi. (*)