750 Santri Ponpes Daarul Rahman Ziarahi Keluarga Kiai Syukron Makmun di Sampang
Ach. Mukrim - Thursday, 04 June 2026 | 06:25 AM


salsabilafm.com - Rombongan santri akhir Pondok Pesantren (Ponpes) Daarul Rahman angkatan ke-47 melaksanakan kegiatan Rihlah Ziarah Wali Songo. Kegiatan yang berlangsung pada 31 Mei hingga 6 Juni 2026 ini diikuti oleh lebih dari 750 santri dan dipimpin langsung oleh Prof. KH. Syukron Ma'mun.
Dalam rangkaian perjalanan spiritual tersebut, rombongan juga mengunjungi Madura, tepatnya Kabupaten Sampang, tanah kelahiran pengasuh Ponpes Daarul Rahman KH. Syukron Ma'mun, daerah yang memiliki ikatan sejarah dan kekeluargaan yang erat dengannya.
Setibanya di Sampang pada Rabu (4/62026), rombongan berziarah ke makam paman Prof. KH. Syukron Ma'mun, yakni KH. Ahmad Bushiri Nawawi, pengasuh pertama Ponpes Assirojiyyah Kajuk. Ziarah dilanjutkan ke makam kedua orang tua KH. Syukron Ma'mun, Almarhum KH. Ma'mun Nawawi dan Almarhumah Nyai Masthuroh.
Dihadapan ratusan para santri, Prof. KH. Syukron Ma'mun mengatakan, Rihlah Ziarah Wali Songo bukan sekadar wisata religi, melainkan bagian dari pendidikan karakter dan spiritual bagi para santri yang akan segera menyelesaikan masa belajarnya di pesantren.
"Perjalanan ini bukan hanya untuk melihat tempat-tempat bersejarah atau makam para wali. Yang lebih penting adalah bagaimana para santri mampu mengambil pelajaran dari perjuangan mereka, meneladani akhlaknya, serta meneruskan semangat dakwah yang telah diwariskan para ulama kepada kita," katanya.
Dia juga menceritakan hubungan historis dan kekeluargaan yang dimilikinya dengan Pondok Pesantren Assirojiyyah Kajuk. Menurutnya, pesantren tersebut memiliki peran penting dalam perjalanan hidup dan pendidikan keluarganya. Sehingga kunjungan ke lokasi tersebut menjadi bagian yang sangat bermakna dalam rangkaian rihlah tahun ini.
"Saya memiliki ikatan keluarga yang sangat dekat dengan Pondok Pesantren Assirojiyyah. Pengasuh pertamanya, KH. Ahmad Bushiri Nawawi, adalah paman saya. Dari lingkungan pesantren inilah saya banyak belajar tentang perjuangan, kesederhanaan, dan pengabdian kepada umat," tuturnya.
"Karena itu saya ingin para santri juga mengenal akar sejarah yang menjadi bagian dari perjalanan keluarga dan perjuangan dakwah kami," imbuhnya.
Kiai Syukron Ma'mun juga menyampaikan, keberlangsungan hubungan antara Daarul Rahman dan Assirojiyyah hingga saat ini tidak terlepas dari ikatan keilmuan yang terus terjaga. Bahkan, beberapa putra pengasuh Pondok Pesantren Assirojiyyah merupakan alumni Pondok Pesantren Daarul Rahman.
"Hubungan kita bukan hanya hubungan keluarga, tetapi juga hubungan ilmu dan perjuangan. Alhamdulillah, ada putra dari keluarga besar Pondok Pesantren Assirojiyyah yang pernah menimba ilmu di Daarul Rahman. Ini menjadi bukti bahwa sanad keilmuan dan ukhuwah antarpesantren harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya," katanya.
Dia juga mengajak seluruh santri untuk doa bersama memohon kelancaran, keselamatan, kesehatan, dan keberkahan selama perjalanan mengelilingi berbagai situs sejarah Islam di Pulau Jawa dan Madura. Dia berharap kegiatan ini menjadi bekal berharga bagi para santri dalam mengarungi kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren.
"Saya berharap seluruh santri akhir Angkatan 47 tidak hanya pulang membawa kenangan perjalanan, tetapi juga membawa semangat perjuangan para wali dan ulama. Jadilah generasi yang berilmu, berakhlak, mencintai guru, menghormati orang tua, serta siap mengabdikan diri kepada agama, bangsa, dan masyarakat," pesannya. (Mukrim)
Next News

Pria di Pamekasan Diamankan Polisi, Tidak Bayar saat Belanja di Toko Kelontong
9 hours ago

Polisi Tangkap 3 Pengedar Sabu di Sumenep, Barang Bukti 0,62 Gram
9 hours ago

Sumur Bor Keluar Gas, ESDA Sumenep ke Lokasi Ambil Sampel Air
9 hours ago

8.187 KPM di Bangkalan Terindikasi Judi Online, 445 Ajukan Sanggah untuk Reaktivasi
9 hours ago

Prabowo Sebut Pemerintah Pusat Akan Ambil Alih Pengangkatan Guru
9 hours ago

Prabowo Sebut Kebocoran Ekspor Indonesia Capai Rp15.000 Triliun
9 hours ago

Pemuda 20 Tahun Ditemukan Meninggal Gantung Diri di Kamar Mandi
9 hours ago

Nenek Hilang di Sampang Akhirnya Ditemukan Meninggal
9 hours ago

Prabowo Soroti Birokrat yang Disebut sebagai Deep State
9 hours ago

Alokasi Pupuk Bersubsidi 2026 di Sampang Meningkat
a day ago





