Kejar Target Kuota Siswa SR, Dinsos Sumenep Gandeng NU dan Muhammadiyah
Redaksi - Thursday, 04 June 2026 | 06:49 AM


salsabilafm.com - Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menggandeng Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah untuk membantu memenuhi kuota peserta didik Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT).
Langkah tersebut dilakukan karena jumlah calon siswa yang lolos verifikasi administrasi, masih jauh dari target yang ditetapkan pemerintah.
Kepala Dinsos P3A Sumenep, Abd Rahman Riadi, mengatakan, pihaknya akan meminta bantuan NU dan Muhammadiyah untuk mensosialisasikan program Sekolah Rakyat sekaligus menjaring calon siswa dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
"Kami akan berkoordinasi dengan NU dan Muhammadiyah untuk membantu sosialisasi sekaligus menjaring calon siswa yang memenuhi kriteria," kata Rahman, Rabu (3/6/2026).
Menurut dia, keterlibatan kedua organisasi tersebut dinilai penting. Sebab, memiliki jaringan hingga tingkat desa dan basis massa yang besar.
Rahman mengakui, rendahnya jumlah pendaftar disebabkan masih banyak masyarakat yang belum memahami program Sekolah Rakyat.
Oleh karena itu, Dinsos terus memperluas sosialisasi dengan melibatkan pemerintah desa, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), serta berbagai elemen masyarakat.
"NU dan Muhammadiyah memiliki basis massa yang besar. Kami berharap bisa ikut membantu mensosialisasikan program ini agar target siswa segera terpenuhi," ujarnya.
Hingga saat ini, jumlah calon siswa yang telah memenuhi persyaratan administrasi masih belum mencapai kuota. Untuk jenjang SMP, baru 22 calon siswa yang berkasnya dinyatakan lengkap. Sementara pada jenjang SD, hanya dua calon siswa yang lolos verifikasi
Padahal, kuota yang harus dipenuhi masing-masing 30 siswa untuk satu rombongan belajar (rombel) SMP dan 30 siswa untuk satu rombel SD. Dengan demikian, masih terdapat kekurangan delapan siswa untuk jenjang SMP dan 28 siswa untuk jenjang SD.
Rahman mengatakan, proses pendataan dan verifikasi masih terus dilakukan untuk memastikan peserta didik yang diterima benar-benar berasal dari keluarga penerima manfaat sesuai kriteria program.
Sekolah Rakyat, menurut Rahman, merupakan program pemerintah yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dengan sistem pendidikan berasrama. (*)
Next News

Bupati Lantik Faisol Ansori sebagai Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang
in 5 hours

Tongkat Komando Berganti, Wahyu Hidayat Jabat Kapolres Pamekasan
in 5 hours

6 Kepala OPD di Pamekasan Dilantik
a day ago

Kapal Tenggelam Dihantam Ombak Besar di Perairan Bangkalan, 8 ABK Selamat
a day ago

Puluhan Tahun Tak Direvitalisasi, Gedung SD di Bangkalan Ambruk
a day ago

53 Siswa Sekolah Rakyat Sumenep Ikuti Pembelajaran di Sampang
a day ago

Kader Gerindra Sampang: Label Londo Ireng Bukan untuk Mendiskreditkan Semua Jurnalis
a day ago

Jurnalis Sampang Pakai Topeng Prabowo-Teddy hingga Baju Terbalik dalam Aksi Protes 'Londo Ireng'
a day ago

Peringati Hari Mangrove Sedunia, Pertamina Patra Niaga Sukseskan Festival Mangrove Jatim ke-10 di Tuban
a day ago

Jurnalis Sampang Demo Tolak Sebutan 'Londo Ireng', Desak Prabowo Minta Maaf
a day ago





