Selasa, 28 Juli 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Polisi Dalami Penyebab Meninggalnya Warga Kamal yang Mengapung di Perairan Bangkalan

Moh Isrok - Wednesday, 29 July 2026 | 12:25 AM

Background
Polisi Dalami Penyebab Meninggalnya Warga Kamal yang Mengapung di Perairan Bangkalan
Anggota Satpolairud dan anggota TNI AL saat proses evakuasi jasad korban (Satpolairud to salsabilafm/)

salsabilafm.com - Polres Bangkalan terus mendalami penyebab kematian Markiono (58) yang jasadnya ditemukan mengapung di perairan Lanal Batuporon, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Senin (27/7/2026) sekitar pukul 10.15 Wib.


Kapolres Bangkalan AKBP Wibowo melalui Humas Polres Bangkalan Ipda Agung Intama mengatakan, pihak kepolisian melalui unit Reskrim dan Tim Inafis hingga saat ini masih terus mendalami penyebab kematian pria asal Desa Kebun, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan itu.


"Hingga saat ini peristiwa tersebut masih kita dllakukan pendalaman dari Satreskrim maupun dari Satpolairud Polres Bangkalan terkait dengan penyebab kematian yang bersangkutan," terangnya, Selasa (28/7/2016).




Intama menjelaskan, penemuan mayat tersebut pertama diterima oleh Satpolairud Polres Bangkalan setelah anggota Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Batuporon, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, melihat sosok janazah mengapung di sekitar perairan dekat dermaga timur Lanal.


"Setelah mendapatkan informasi tersebut Polres Bangkalan melalui Satpolairud langsung mendatangi TKP untuk melakukan evakuasi ke darat dan dibawa ke RSUD Bangkalan," jelasnya.




Terpisah, Kasatpolairud Polres Bangkalan, AKP Muarib membenarkan adanya peristiwa itu. Dia mengaku sempat kesulitan untuk mengetahui identitas korban. Sebab, saat proses evakuasi tidak ditemukan alat pengenal atau identitas pada korban.


"Setelah proses identifikasi sidik jari keluar, korban ternyata merupakan warga Kecamatan Kamal," ucap dia. 


Dia menjelaskan, saat ditemukan korban sudah tidak bernyawa dengan pakaian lengkap, kaos warna hitam merk polo dan celana training warna putih.




"Sepertinya jenasah korban ini tidak lama ada di perairan," jelas Muarib. (Isrok)