Disdik Sebut Siswa SDN Batuporo Timur 1 Hanya Masuk Hari Jumat, Warga: Tak Pernah Ada Kegiatan
Syabilur Rosyad - Tuesday, 20 January 2026 | 06:09 AM


salsabilafm.com - Sebuah video yang menampilkan kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Batuporo Timur 1, Desa Batuporo Timur, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, viral di media sosial. Video tersebut memicu tanda tanya publik karena tidak terlihat satu pun siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Dalam video berdurasi 1 menit 39 detik itu, tampak bangunan sekolah lengkap dengan meja dan kursi siswa, namun suasana kelas terlihat kosong. Rekaman hanya memperlihatkan seorang guru berada di lingkungan sekolah tanpa kehadiran peserta didik.
Menanggapi video viral tersebut, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Moh. Yusuf, menjelaskan, berdasarkan data dan informasi sementara, siswa SDN Batuporo Timur 1 hanya masuk sekolah pada hari Jumat.
"Secara data dan fakta, siswa itu ada pada hari Jumat. Sementara hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, dan Sabtu, informasinya mereka bersekolah di madrasah sekitar, berdasarkan keterangan dari guru-guru," kata Yusuf kepada salsabilafm.com, Selasa (20/1/2026).
Dia mengaku, pihaknya masih melakukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan. Disdik Sampang meminta data yang lebih akurat terkait aktivitas belajar siswa selama sepekan.
"Makanya saya masih telusuri minggu ini. Saya minta data yang benar-benar fix, anak itu pagi sekolah di mana. Untuk hari Jumat foto-fotonya dikirim ke saya, ada kegiatan. Karena hari Jumat madrasah libur," ungkapnya.
Yusuf mengungkapkan, berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik), SDN Batuporo Timur 1 tercatat memiliki 33 siswa. Namun saat dirinya melakukan kunjungan langsung ke sekolah tersebut, tidak ada siswa yang hadir.
"Jumlah siswa di Dapodik 33. Kalau fakta di lapangan saya tidak sempat menghitung, karena memang tidak ada siswanya waktu saya ke sana," ungkapnya.
Dia juga menyinggung soal Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat dikaitkan dengan sekolah tersebut. Menurutnya, pada saat kunjungan tidak ada pengiriman MBG ke SDN Batuporo Timur 1. "Untuk MBG tadi tidak ada pengiriman, mungkin karena sempat di-stop," ujarnya.
Hingga kini, lanjut Yusuf, belum ada klarifikasi resmi dari pihak penyedia MBG di wilayah tersebut. Dia pun meragukan informasi yang menyebut adanya pengiriman 65 porsi MBG ke sekolah tersebut.
"Sampai sekarang belum ada klarifikasi dari MBG yang ada di sana. Saya juga tidak yakin ada pengiriman 65 porsi, karena semuanya berdasarkan data Dapodik," pungkasnya.
Sementara itu, Zainuddin warga sekitar mengatakan, dirinya tidak pernah melihat ada kegiatan apapun termasuk hari Jum'at.
"Tidak pernah ada kegiatan apapun, termasuk di hari Jum'at, itu yang saya lihat selama beberapa tahun terakhir," ujarnya.
Di berharap pemerintah segera melakukan tindak lanjut terhadap polemik ini agar sekolah secepatnya ditutup.
"Saya harap sekolah ini segera ditutup sebagai tindak lanjut atas masalah ini," tegasnya. (Syad)
Next News

Terseret Kasus Dugaan Perselingkuhan, Kapus Robatal Sampang Terancam Dipecat
a day ago

Fasilitas Pantai Camplong Tak Terawat, Disporabudpar Soroti Tanggung Jawab Pengelola
a day ago

SDN di Bangkalan Bakal Dibongkar untuk Sekolah Rakyat, Siswa Belajar di Teras Rumah
a day ago

Pantai Slopeng Sumenep Dipilih Jadi Lokasi Puncak Hari Jadi Jatim ke-81
a day ago

Kadindik Jatim Nilai Wacana Tidak Otomatis Naik Kelas Dorong Murid Lebih Giat Belajar
14 hours ago

OTT di BNPB, KPK Amankan 14 Orang dan Sita Uang Rp1,4 Miliar
14 hours ago

Kecelakaan Innova Vs N-Max di Jalan Raya Camplong Sampang, 3 Orang Dilarikan ke RSUD
14 hours ago

Peduli Warga Terdampak Kekeringan, Penyuluh KB Sampang Salurkan 15 Tangki Air Bersih
2 days ago

KPM PKH Sampang Diminta Teken Pernyataan Bermaterai, Moh Hakim: Benar Ada Surat Tersebut
2 days ago

Dugaan TPPO PMI Asal Sampang: Dijanjikan Kerja di Dubai, Berakhir di Libya
2 days ago





