Cegah Penyimpangan Dana Desa, Pemkab Sampang Terapkan Transaksi Non Tunai
Ach. Mukrim - Monday, 30 June 2025 | 06:20 PM


salsabilafm.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang menerapkan transaksi non tunai terhadap penggunaan dana desa (DD). Hal itu dilakukan untuk mendorong percepatan terwujudnya tertib administrasi dalam pengelolaan keuangan desa, serta untuk menghindari penyimpangan.
Transaksi non tunai tersebut diatur dalam Surat Edaran (SE) Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) 100.3.3.3/1629/SJ tentang Mekanisme Pelaksanaan Transaksi Non Tunai Melalui Implementasi Siskeudes tentang Implementasi Transaksi Non-Tunai Dana Desa.
Penggerak Swadaya Muda Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sampang Rudy Susanto mengatakan, pemberlakuan peraturan tersebut sejak 2023 lalu, hanya saja, di Sampang baru diterapkan pada tahun ini.
"Jadi, nantinya pemerintah desa (Pemdes) tidak bisa lagi melakukan transaksi dari anggaran dana desa secara tunai. Hal itu bertujuan untuk meningkatkan transparansi penggunaan anggaran dan mencegah tindakan korupsi," katanya, Senin (30/6/2025).
Rudy menjelaskan, proses pengerjaannya tetap dilakukan oleh masyarakat desa. Tetapi dalam melakukan transaksi fisik maupun non fisik, pemerintah desa diwajibkan melakukan secara non tunai.
"Kalau misalnya belanja ketahanan pangan, maka itu harus ditransfer melalui BUMDes. Sedangkan kalau belanja kebutuhan infrastruktur, seperti semen dan krikil, maka penjual menerima pembayaran dari pemdes melalui transfer dari kas desa," jelasnya.
Direktur Bank Sampang (BAS) Sayfullah Asyik membenarkan, sistem pencairan DD tahun ini diproses secara non tunai. Menurutnya, dengan diterapkannya transaksi non tunai, tidak hanya bentuk transparansi, namun juga efesien.
"Dengan berlakunya proses transaksi non tunai dana desa akan meningkatkan akuntabilitas juga mengurangi resiko penyalahgunaan dan pengelolaan keuangan desa," ujarnya. (Mukrim)
Next News

Cancel Culture dan Kekuasaan Netizen
in 4 hours

Musrenbang RKPD 2027 di Sokobanah, Infrastruktur dan Banjir Rob Jadi Atensi Serius
21 hours ago

Wabup Sampang: Karang Penang Punya Potensi Besar di Sektor Industri dan Pertanian
21 hours ago

Gunakan Kapal Perintis, Kemenhub Fasilitasi Kepulangan Santri ke Madura
a day ago

Puluhan Pasutri di Pamekasan Ikuti Isbat Nikah, Ada yang Miliki 3 Anak
a day ago

TPA Permanen Tak Kunjung Ada, DPRD Bangkalan: Sampah Ini Akan Jadi Bom Waktu
a day ago

Polisi Tetapkan 3 Tersangka Pelaku Penganiayaan Nenek di Bangkalan
a day ago

Sekda Sampang Akui Kelangkaan Pupuk, Tekankan Kios Mendekat ke Sentra Pertanian
a day ago

Polis Sita Ratusan Miras di Pamekasan, Imbau Masyarakat Laporkan ke Call Center 110
a day ago

Musrenbang RKPD 2027 di Camplong: Layanan Kesehatan dan Pupuk Langka Jadi Atensi
a day ago





