BPBD Pamekasan Prediksi 78 Desa Terdampak Kekeringan: Tahun Ini Ada Potensi El Nino
Redaksi - Thursday, 14 May 2026 | 06:54 AM


salsabilafm.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan mulai meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau 2026 yang diprediksi lebih panjang dan panas akibat potensi fenomena El Nino. Berdasarkan prediksi BMKG, pertengahan Mei ini wilayah Pamekasan mulai memasuki musim kemarau dengan curah hujan yang terus menurun dalam beberapa pekan terakhir.
Plt. Kalaksa BPBD Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi mengatakan, pihaknya telah melakukan sejumlah persiapan dan pemetaan wilayah rawan kekeringan untuk mengantisipasi dampak musim kemarau tahun ini.
Menurutnya, kondisi kemarau 2026 diprediksi berbeda dibanding tahun sebelumnya. Pada 2025 lalu, kemarau berlangsung relatif singkat dan masih disertai curah hujan sedang. Namun tahun ini terdapat potensi El Nino yang menyebabkan musim kemarau lebih panjang serta suhu udara lebih panas.
"Untuk tahun ini ada potensi El Nino, sehingga prediksi kemarau akan lebih panjang dan lebih panas dibanding tahun kemarin," katanya.
BPBD Pamekasan telah melakukan pemetaan internal berdasarkan histori kekeringan dan kondisi geografis di sejumlah kecamatan. Dari data awal, diperkirakan ada 78 desa dan 272 dusun yang berpotensi terdampak kekeringan, hampir sama dengan kondisi yang terjadi pada tahun 2024.
"Jika nantinya ditetapkan status tanggap darurat kekeringan, BPBD akan melakukan berbagai langkah penanganan seperti distribusi air bersih, penyediaan tempat penampungan air, hingga bantuan terpal dan tandon air yang bisa dimanfaatkan warga secara kolektif," jelasnya.
BPBD juga akan meminta dukungan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Sebab, potensi dampak kekeringan tahun ini diprediksi lebih luas dibanding tahun sebelumnya.
"Tahun kemarin itu kemarau basah, sementara tahun ini ada prediksi El Nino yang cukup besar. Tetapi kami tetap akan melakukan verifikasi ke lapangan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran," katanya.
Dia menambahkan, upaya penanganan sebenarnya sudah dilakukan oleh DPRKP melalui program pengeboran sumber air di sejumlah wilayah. Namun kondisi alam dan curah hujan yang berbeda membuat dampak kekeringan tiap tahun tidak bisa disamakan.
BPBD Pamekasan juga mengimbau masyarakat menjaga kondisi kesehatan di tengah cuaca panas ekstrem dengan memperbanyak konsumsi air putih dan mengurangi aktivitas luar ruangan pada pukul 10.00 hingga 15.00 WIB yang menjadi puncak suhu panas.
Selain itu masyarakat diminta menggunakan air secara bijak agar kebutuhan selama musim kemarau tetap tercukupi. (*)
Next News

Penyidik KPK AKBP Rossa Purbo Bekti Diangkat Jadi Kapolres Bangkalan
11 hours ago

Begini Penjelasan Polisi Soal Perusakan Indomaret di Pamekasan
11 hours ago

Mahfud MD: Pembentukan Wantimpres Prabowo Langgar Undang-Undang
11 hours ago

Veda Ega Pratama Pecahkan Rekor Poin Debutan Honda Team Asia di Moto3
11 hours ago

Bertemu Presiden Mesir, Prabowo Ungkap Bahasa lndonesia Kini Diajarkan di Al-Azhar
11 hours ago

Polda Jatim Sita 4,7 Juta Butir Obat Keras Selama Januari-September 2026
11 hours ago

Tangani Bencana Kekeringan, Pemkab Sampang bersama SKK Migas Jabanusa - HCML Bantu Air Bersih
2 days ago

Kecelakaan di JLS Sampang, 1 Orang Meninggal Dunia
2 days ago

9 Nelayan Sumenep Ditahan Otoritas Australia, 2 Dikarantina karena Sakit
2 days ago

Tanggapi Pembongkaran Paksa Minimarket di Pamekasan, Begini Penjelasan Emil Dardak
2 days ago





