Rabu, 13 Mei 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Sempat Tertunda, 2 JCH Sampang Akhirnya Berangkat ke Tanah Suci

Ach. Mukrim - Wednesday, 13 May 2026 | 07:26 AM

Background
Sempat Tertunda, 2 JCH Sampang Akhirnya Berangkat ke Tanah Suci
Jemaah haji Sampang saat berada di pesawat (Mukrim/Salsa/)

salsabilafm.com - Dua jamaah calon haji (JCH) asal Kabupaten Sampang, Jawa Timur, yang sempat tertunda keberangkatannya akibat faktor kesehatan akhirnya diberangkatkan ke Tanah Suci setelah dinyatakan laik terbang oleh tim medis.


Ketua Kloter SUB 67, Muhaimin, mengatakan, sebelum diberangkatkan menyusul rombongan lainnya, jemaah yang sakit sebelumnya menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Haji Sukolilo Surabaya. Dua jamaah tersebut diterbangkan ke Makkah bersama Kloter SUB 78 pada Selasa (12/3/2026) kemarin.


"Satu jamaah asal Kabupaten Sampang yang sebelumnya dirawat dan satu pendamping, sudah diterbangkan ke Makkah bersama jamaah SUB 78. Alhamdulillah, kondisi mereka sudah memungkinkan untuk menjalankan ibadah," katanya.




Dia menjelaskan, dengan keberangkatan itu, kini tinggal satu jamaah dari Kloter SUB 67 yang masih menjalani perawatan di RS Haji Sukolilo, yakni Mokhamad Yusuf, jamaah asal Kabupaten Mojokerto.


Sementara itu, rombongan utama Kloter SUB 67 yang terdiri dari jamaah asal Sampang, Mojokerto, Bangkalan, Surabaya, dan Pasuruan telah tiba di Arab Saudi dan mulai menjalankan rangkaian ibadah umrah wajib.




"Para jamaah disebut telah melaksanakan thawaf di pelataran Masjidil Haram sebagai bagian dari tahapan awal ibadah haji," jelasnya.


Muhaimin memastikan pihak kloter terus melakukan pemantauan dan koordinasi secara berkala dengan ketua rombongan serta ketua regu guna memastikan seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.


"Kami terus berkoordinasi untuk memastikan jamaah dapat menjalankan umrah wajib dengan nyaman dan aman," ujarnya.




Selama di Tanah Suci, lanjutnya, jamaah mendapatkan pendampingan dari petugas kloter, termasuk pembimbing ibadah Gus Widad serta tim kesehatan yang dipimpin dr. Andita bersama perawat Fadhorrohman.


"Tim kesehatan disebut rutin memantau kondisi fisik jamaah mengingat padatnya aktivitas ibadah dan kondisi cuaca di Arab Saudi yang cukup ekstrem," pungkasnya. (Mukrim)