Ribuan Nelayan di Sampang Belum Terdaftar Program Jamsostek
Ach. Mukrim - Wednesday, 13 May 2026 | 07:24 AM


salsabilafm.com - Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) bagi nelayan di Kabupaten Sampang masih tergolong rendah. Padahal, profesi nelayan memiliki risiko kecelakaan kerja yang tinggi. Hingga kini, belasan ribu nelayan di daerah tersebut belum tercover program perlindungan sosial.
Plt Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Sampang, Fajar Sodiq, mengatakan, perlindungan jaminan sosial bagi nelayan sebenarnya telah difasilitasi pemerintah. Namun, program tersebut hanya bersifat stimulan dan pelaksanaannya bergantung pada ketersediaan anggaran.
"Program ini biasanya kami ketahui setelah rapat koordinasi dengan Disnaker. Pelaksananya ada di dinas lain, bukan Dinas Perikanan," ujarnya, Selasa (12/5/2026).
Menurutnya, berdasarkan data tahun lalu, hanya 1.241 nelayan yang terdaftar dalam program Jamsostek. Iuran peserta tersebut dibiayai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
"Sementara itu, jumlah nelayan di Kota Bahari mencapai 15.597 orang. Artinya, sekitar 14.356 nelayan masih belum mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan," ucapnya.
Fajar menambahkan, terdapat pula nelayan yang sempat mengikuti program secara mandiri, namun jumlahnya kurang dari 50 orang dan tidak berlanjut.
"Ada juga yang ikut mandiri di bawah 50 orang. Tapi tidak mereka lanjutkan," ucapnya.
Dia memaparkan, rendahnya keberlanjutan kepesertaan dipengaruhi minimnya kesadaran nelayan terhadap pentingnya perlindungan jaminan sosial, meskipun risiko pekerjaan mereka cukup tinggi.
"BPJS Ketenagakerjaan gencar melakukan sosialisasi. Kami juga membantu memberikan pemahaman, tapi kesadaran masyarakat masih rendah," paparnya.
Secara terpisah, Koordinator Penyuluh Perikanan KPP Wilayah Sampang, Wahyu Eko Wijaya, menyampaikan, pihaknya telah mengajukan tambahan kuota program perlindungan bagi nelayan.
Menurutnya, kesadaran nelayan untuk mendaftar secara mandiri masih rendah meskipun sosialisasi terkait manfaat program terus dilakukan.
"Setiap pendampingan kami sampaikan, tapi memang mindset nelayan yang kurang peduli pada program tersebut," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

Sempat Tertunda, 2 JCH Sampang Akhirnya Berangkat ke Tanah Suci
8 hours ago

Seorang Perempuan Melahirkan di Bus saat Perjalanan dari Solo ke Pamekasan
11 hours ago

Pejalan Kaki Meninggal Dunia, Diduga Ditabrak Motor di Jembatan Suramadu
11 hours ago

2 Rumah Warga Torjun Sampang Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp150 Juta
12 hours ago

Tambang Galian C di Pamekasan Longsor, Dump Truck Tertimbun Material Tanah
12 hours ago

Jelang Iduladha, Harga Kambing Kurban di Sumenep Naik
12 hours ago

Hasani Utsman: Kebijakan Pasien PAPS Tak Dijamin BPJS Merugikan Secara Finansial, Sosial dan Kultural
a day ago

Soroti Dasar Hukum PAPS, MUI Sampang: Jangan Sampai Kebijakan Ini Menyusahkan Rakyat Miskin
a day ago

BPJS Sampang Tegaskan Pasien Kondisi Kritis Tetap Bisa Dijamin Meski PAPS
a day ago

Soal Pasien Pulang Paksa Tak Ditanggung BPJS, DKR Sampang: Tidak Miliki Dasar Hukum Jelas!
a day ago


