Tambang Galian C di Pamekasan Longsor, Dump Truck Tertimbun Material Tanah
Redaksi - Wednesday, 13 May 2026 | 03:28 AM


salsabilafm.com – Peristiwa longsor di area tambang galian C di Dusun Biyan Barat, Desa Kaduara Barat, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, membuat satu unit dump truck dan alat berat ekskavator tertimbun material tanah pada Selasa malam (12/05/2026). Polisi langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan penanganan dan sterilisasi area tambang.
Kapolres Pamekasan melalui Kasihumas, IPDA Yoni Evan Pratama, membenarkan adanya insiden yang menimpa alat berat dan armada pengangkut material di lokasi tambang milik ST yang dikelola oleh HR tersebut.
"Benar, kejadian diperkirakan terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Akibat kondisi tanah yang labil di area galian C, terjadi longsor yang menimbun satu unit dump truck dengan nomor polisi M 8329 UB dan satu unit alat berat jenis ekskavator (bego)," ujar Yoni, Rabu (13/5/2026).
Berdasarkan hasil olah TKP awal, Yoni memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kondisi di lapangan saat petugas tiba sudah tidak ditemukan aktivitas pekerja.
"Alhamdulillah, untuk korban jiwa nihil. Namun, kerugian material cukup besar mengingat satu unit truk dan satu unit alat berat mengalami rusak parah akibat tertimbun material tanah," tambahnya.
Pihak Kepolisian telah melakukan langkah-langkah sterilisasi di lokasi kejadian untuk mengantisipasi adanya longsor susulan maupun gangguan keamanan lainnya. Petugas telah memasang garis polisi (police line) di area terdampak.
Selain itu, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi, di antaranya; 1 unit Dump Truck (M 8329 UB) dalam kondisi rusak, 3 unit alat berat ekskavator (bego) dan 2 jerigen berisi bahan bakar jenis solar.
"Saat ini barang bukti telah diamankan dan kasus ini sedang dalam penanganan lebih lanjut oleh Satreskrim Polres Pamekasan untuk mendalami prosedur keamanan kerja di lokasi tambang tersebut," tegas dia.
Dugaan sementara, aktivitas penambangan galian C tersebut tidak mengantongi izin resmi. Hal ini semakin menguat setelah sebelumnya marak laporan terkait menjamurnya tambang liar di wilayah Pamekasan.
Dalam video lain yang juga beredar di media sosial, warga memperlihatkan kondisi jalan rusak menuju lokasi tambang. Kerusakan tersebut diduga akibat lalu lalang kendaraan dan aktivitas penambangan galian C selama ini.
Sebelumnya, aktivitas tambang galian C di Kabupaten Pamekasan memang menjadi sorotan. Dari ratusan titik tambang yang beroperasi, disebut hanya satu lokasi yang mengantongi izin resmi, sementara sisanya diduga beroperasi secara ilegal.
Polres Pamekasan juga mengimbau kepada seluruh pengelola tambang dan masyarakat sekitar untuk selalu waspada terhadap potensi bencana alam, terutama di area yang memiliki tingkat kerawanan longsor tinggi. (*)
Next News

Seorang Perempuan Melahirkan di Bus saat Perjalanan dari Solo ke Pamekasan
8 hours ago

Pejalan Kaki Meninggal Dunia, Diduga Ditabrak Motor di Jembatan Suramadu
8 hours ago

2 Rumah Warga Torjun Sampang Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp150 Juta
8 hours ago

Jelang Iduladha, Harga Kambing Kurban di Sumenep Naik
9 hours ago

Hasani Utsman: Kebijakan Pasien PAPS Tak Dijamin BPJS Merugikan Secara Finansial, Sosial dan Kultural
a day ago

Soroti Dasar Hukum PAPS, MUI Sampang: Jangan Sampai Kebijakan Ini Menyusahkan Rakyat Miskin
a day ago

BPJS Sampang Tegaskan Pasien Kondisi Kritis Tetap Bisa Dijamin Meski PAPS
a day ago

Soal Pasien Pulang Paksa Tak Ditanggung BPJS, DKR Sampang: Tidak Miliki Dasar Hukum Jelas!
a day ago

Kasus Korupsi Dana Hibah, KPK Panggil Anggota DPRD Bangkalan dan Pamekasan sebagai Saksi
a day ago

Harga Material Naik, Proyek Perbaikan 56 Ruas Jalan di Bangkalan Tertahan
a day ago


