BPJS Sampang Tegaskan Pasien Kondisi Kritis Tetap Bisa Dijamin Meski PAPS
Ach. Mukrim - Tuesday, 12 May 2026 | 09:58 AM


salsabilafm.com - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kantor Kabupaten Sampang menegaskan, pasien dengan kondisi kritis atau memiliki harapan hidup tipis tetap dapat dijamin pembiayaannya meski menjalani pulang atas permintaan sendiri (PAPS) atau yang dikenal masyarakat sebagai pulang paksa.
Kepala BPJS Kesehatan Kantor Kabupaten Sampang, Farouq Ahmad, mengatakan, kebijakan tersebut merupakan hasil pembahasan bersama Dewan Kesehatan Rakyat (DKR), fasilitas kesehatan, Majelis Ulama Indonesia, serta pihak terkait lainnya dalam focus group discussion (FGD) mengenai polemik pasien PAPS di aula mini Pemkab Sampang, Selasa (12/5/2026).
"Untuk pasien yang dikategorikan sekarat atau TS 11 dengan harapan hidup tipis, kami mempersilakan dan tetap bisa dijamin BPJS," kata Farouq.
Dia menjelaskan, BPJS Kesehatan meminta rumah sakit dan fasilitas kesehatan agar intens berkomunikasi dalam menangani kasus-kasus serupa, terutama pasien dengan kondisi terminal yang ingin menjalani perawatan di rumah.
Menurut Farouq, masyarakat Madura memiliki kearifan lokal dan budaya tersendiri, termasuk keinginan sebagian pasien untuk menghabiskan masa akhir hidup di rumah bersama keluarga.
"Kalau kondisi medisnya memang sudah terminal atau TS 11, kondisi seperti itu bisa diklaim BPJS," ujarnya.
Namun demikian, BPJS menegaskan tidak seluruh kasus PAPS dapat langsung dijamin. Sebab, setiap pasien memiliki kondisi medis yang berbeda dan harus ditelaah secara khusus.
"Untuk kasus lainnya kita lihat dulu kasus per kasusnya seperti apa," katanya.
Farouq menyebut sejumlah pasien PAPS sebelumnya juga ada yang tetap mendapatkan penjaminan BPJS, namun prosesnya harus melalui verifikasi dan penelusuran berdasarkan keterangan dokter serta rumah sakit.
"Kalau sudah dinyatakan TS 11 oleh dokter dan rumah sakit, maka akan kami jamin," ucapnya.
Dia menambahkan, tanggung jawab dokter dan rumah sakit tetap melekat dalam memastikan kondisi pasien memungkinkan untuk menjalani rawat jalan atau perawatan di rumah.
"Kami tegaskan pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan kartu aktif tidak dibatasi oleh lamanya hari perawatan, melainkan berdasarkan kebutuhan dan ketentuan medis pasien," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

30 Siswa Sekolah Rakyat Pamekasan Bakal Ditempatkan di Sampang
11 hours ago

Mobil Dinas Diduga Dipakai Warga Sipil, Begini Tanggapan Kepala Bapperida Pamekasan
11 hours ago

Kunjungi KPID Jatim, Salsabila FM Perkuat Komitmen Penyiaran Sehat dan Transformasi Digital
11 hours ago

Korlantas Polri Tunda Operasi Patuh 2026, Konsen Hari Bhayangkara
2 days ago

Pemkab Pamekasan Perbaiki Data Penerima Bansos PKH, Kadinsos: 45 Persen Salah Sasaran
2 days ago

BGN Batasi Maksimal 6 Dapur MBG Per Kecamatan, Ini Kata Korwil SPPG Sumenep
2 days ago

Satgas MBG Bangkalan: Per Hari Ini Ada 14 Dapur Berhenti Sementara
2 days ago

Sejumlah Jabatan Strategis di Pemkab Sampang Kosong, BKPSDM Tunggu Proses dan Kemampuan Anggaran
2 days ago

PKL di Sampang Akan Dikenakan Retribusi, Proyeksi PAD Capai Rp32,1 Juta
2 days ago

Isi BBM Subsidi ke Jeriken Tak Sesuai Barcode, SPBU di Sampang Disanksi Pertamina
a day ago




