salsabilafm.com – Peringatan Hari Anak Sedunia 2025 dengan tema “My Day, My Rights” atau “Hariku, Hakku” menjadi momentum penting menegaskan bahwa anak-anak memiliki hak penuh atas hari dan masa depan mereka. Momen ini juga menjadi pengingat bahwa suara anak harus didengar, hak-hak mereka dihormati, serta lingkungan khususnya di dunia pendidikan.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Sampang, Mas’udi Hadiwijaya, mengatakan, akses pendidikan adalah hak dasar yang wajib diterima seluruh anak. Menurut dia, semua anak berhak belajar di setiap jenjang pendidikan.
“Anak-anak kita memiliki hak dalam belajar, baik itu dalam jenjang SD sampai SMA atau SMK dan sederajat,” katanya kepada salsabilafm.com, Kamis (20/11/2025).
Dia juga menyoroti pentingnya peran orang tua dalam memastikan hak pendidikan anak terpenuhi. Mas’udi menjelaskan, dukungan keluarga menjadi kunci dalam keberhasilan proses pembelajaran.
“Orang tua memiliki kewajiban memberikan hak mereka terutama dalam akses pendidikan,” jelasnya.
Mas’udi menjelaskan, proses pembelajaran tidak akan berjalan optimal apabila masih terjadi perundungan di lingkungan sekolah. Menurutnya, masalah bullying harus menjadi perhatian serius para tenaga pendidik.
“Ini yang harus menjadi perhatian utama kepala sekolah serta para guru agar proses pembelajaran dapat berjalan optimal,” tegasnya.
Dia berharap, peringatan Hari Anak Sedunia dapat mendorong semua pihak untuk terus menjaga, memenuhi, dan mengawal hak-hak anak, terutama dalam bidang pendidikan.
“Upaya ini dianggap penting untuk mendukung tumbuh kembang anak secara intelektual maupun moral,” pungkasnya. (Syad)

