Pemprov Jatim Revitalisasi 60 SMA/SMK Senilai Rp47,8 Miliar di Madura
Ach. Mukrim - Wednesday, 04 March 2026 | 03:52 AM


salsabilafm.com - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) meluncurkan program bertajuk MAMA MAU NAIK KELAS (Madura Maju, Madura Unggul, Madura Naik Kelas). Program ini sebagai langkah strategis memperkuat kualitas pendidikan di Pulau Madura.
Program tersebut dirangkaikan dengan peresmian rehabilitasi dan revitalisasi 60 satuan pendidikan tingkat SMA, SMK, dan SLB di empat kabupaten se-Madura dengan total anggaran Rp47.831.355.253.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar parawansa mengatakan, kemajuan sebuah daerah tidak hanya dilihat dari fisiknya, tetapi dari seberapa besar kualitas manusianya diakui dunia. Menurutnya, program MAMA MAU NAIK KELAS ini bukan sekadar slogan cantik. Ini adalah gerakan terukur.
"Kita ingin Madura punya keunggulan kompetitif dan komparatif. Parameter kemajuan kita adalah saat mutu pendidikan kita mampu bicara banyak di tingkat dunia," katanya, Selasa (3/2/2026).
Khofifah mengungkapkan, fokus utama program ini adalah memperkuat literasi dan numerasi, serta memastikan transisi lulusan SMA/SMK di Madura menuju Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melonjak tajam.
Dia ingin memastikan anak-anak Madura tidak hanya menjadi penonton dalam persaingan masuk kampus ternama. Dia juga membawa skema unik untuk memacu semangat para pendidik. Ia menjanjikan "bonus" pembangunan bagi sekolah yang berani bertransformasi.
"Kepada para kepala sekolah, saya titip semangat untuk mengantarkan putra-putrinya menembus UTBK maupun SNBT. Jika tahun depan jumlah siswa yang diterima di PTN naik dua kali lipat, saya siapkan reward berupa revitalisasi infrastruktur yang lebih menyeluruh di sekolah anda," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai, menjelaskan, revitalisasi 60 sekolah ini mencakup wilayah Bangkalan, Sampang, Pamekasan, hingga Sumenep. Langkah ini diambil agar fasilitas pendidikan di pelosok Madura memiliki standar yang sama dengan kota besar.
"Kami ingin membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan adaptif. Melalui program MAMA MAU NAIK KELAS, fokus kita di tahun 2026 adalah akselerasi. Kita dorong murid-murid di Madura agar dominan di PTN melalui jalur prestasi maupun tes," jelasnya.
Aries Agung menegaskan, langkah ini diambil agar fasilitas pendidikan di pelosok Madura memiliki standar yang setara dengan kota-kota besar guna membangun ekosistem pendidikan yang inklusif serta adaptif.
"Fokus utama program ini pada tahun 2026 adalah akselerasi kualitas lulusan agar murid-murid di Madura mampu mendominasi kursi di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui berbagai jalur seleksi," katanya.
Secara terperinci, pihaknya mengungkapkan, distribusi anggaran tersebut disebar ke seluruh wilayah Madura dengan Kabupaten Sampang menerima alokasi tertinggi sebesar Rp14,34 miliar untuk 15 lembaga pendidikan.
Menyusul, Kabupaten Bangkalan mendapatkan kucuran Rp14,11 miliar untuk 16 lembaga, sementara Kabupaten Sumenep memperoleh Rp13,54 miliar untuk 16 lembaga.
"Adapun Kabupaten Pamekasan mendapatkan alokasi sebesar Rp5,82 miliar yang difokuskan pada perbaikan 13 lembaga pendidikan tingkat SMA dan SMK," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Perairan Sumenep, Penumpang Mulai Dievakuasi
20 hours ago

APTI Sampang Tolak Aturan Pembatasan Tar-Nikotin dan Kemasan Polos
20 hours ago

Defisit APBD Sampang 2027 Diproyeksi Tembus Rp130,2 Miliar
20 hours ago

Aston Villa Kalahkan Indonesia All Stars 3-1 pada Laga Pra Musim di Jakarta
20 hours ago

Kapal Rute Surabaya-Makassar Terbakar di Perairan Sumenep, Angkut 250 Penumpang
20 hours ago

HCML Dukung Penguatan Kemitraan Strategis Industri Migas dengan Insan Pers
14 hours ago

ASN Sumenep Dilarang Live di Medsos saat Jam Kerja
2 days ago

Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Turunkan Harga BBM Non-Subsidi, Ini Daftar Terbarunya
2 days ago

Melonjak, Luas Lahan Tembakau di Sampang Tembus 90 Ribu Hektare
2 days ago

Bupati Lantik Faisol Ansori sebagai Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang
2 days ago




