Tinjau Sekolah Ambruk di Bangkalan, Mendikdasmen Targetkan Perbaikan Rampung Tahun Ini
Redaksi - Friday, 01 May 2026 | 09:09 AM


salsabilafm.com - Gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kajuanak 4 yang ambruk sejak lima bulan lalu, menjadi perhatian Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti. Rombongan Mendikdasmen langsung meninjau sekolah tersebut agar bisa segera mendapatkan bantuan perbaikan.
Abdul Mu'ti mengatakan, dari hasil peninjauan itu, sekolah akan mendapatkan perbaikan revitalisasi dalam waktu dekat. Dia juga akan meminta kepala sekolah untuk hadir langsung ke Jakarta membahas hal tersebut.
"Kepala sekolahnya akan kita panggil ke Jakarta untuk bimtek. Setelah itu, nanti ya kita hitung berapa anggarannya dan seminggu setelah kita hitung anggarannya bisa dimulai pembangunannya," ujarnya, Jumat (1/5/2026).
Abdul Mu'ti juga menargetkan perbaikan pembangunan sekolah tersebut bisa rampung tahun 2026 ini. Sehingga, para siswa bisa kembali belajar dengan nyaman di gedung sekolah. "Insya Allah sebelum akhir tahun 2026 sudah selesai," katanya.
Sembari menunggu pembanguan sekolah, menurut dia, para siswa nantinya akan belajar sementara di teras rumah warga sekitar.
"Daripada belajar di tenda darurat, siswa lebih nyaman di rumah penduduk," ujarnya.
Selain itu, Mu'ti juga mengatakan, terdapat ratusan sekolah di Kabupaten Bangkalan yang mengalami kerusakan berat. Ke depannya, perbaikan akan dilakukan secara bertahap.
Kepala Sekolah Kajuanak 4, Ningsih, mengaku bersyukur sekolahnya yang berada di pelosok bisa menjadi perhatian Kemendikdasmen. Bahkan, dalam kunjungan tersebut Mendikdasmen juga melakukan peletakan batu pertama di bangunan yang rusak.
"Insya Allah perbaikannya sudah pasti, mungkin dalam dua minggu lagi bisa MOU dan seminggu setelah itu bisa dilakukan pembangunan. Tadi juga melaksanakan peletakan batu di kelas 1 dan 2 yang ambruk," katanya.
Ningsih berharap, perbaikan bisa segera dilakukan dan bangunan yang baru nantinya bisa segera digunakan oleh para siswa. Sebab, selama ini siswa harus belajar di luar kelas.
"Alhamdulillah kami sangat senang, akhirnya anak-anak kami bisa segera mendapatkan tempat yang nyaman untuk belajar," pungkasnya. (*)
Next News

BNNP Jatim Sebut Bangkalan Jadi Target Peredaran Narkoba
7 hours ago

PMI Asal Bangkalan Dipulangkan dari Taiwan dan Malaysia
7 hours ago

Disnaker Sebut Jumlah 14.744 Pengangguran di Sampang Tergolong Masih Rendah
7 hours ago

Gelar Paripurna LKPJ, DPRD Sampang Soroti dan Apresiasi Capaian Kinerja Pemkab 2025
7 hours ago

11 Ribu Pekerja Rentan di Sumenep Dapat Perlindungan Sosial
7 hours ago

PMII Sampang Sebut Tambang Galian C Picu Banjir dan Kerusakan Lingkungan
7 hours ago

Krisis Ekologis di Sampang, Ketua KOPRI PKC PMII Jatim: Perempuan Pihak Paling Terdampak
7 hours ago

Jelang Iduladha, Sumenep Perketat Pengawasan dan Aktivitas Jual Beli Hewan Kurban
7 hours ago

Kementan Gencarkan Tanam Serentak di Sumenep
7 hours ago

185 Warga Pamekasan Terjangkit DBD, Ini Sebarannya
8 hours ago





